Kamis, 01 Agu 2019 17:39 WIB

Glioblastoma, Kanker Otak yang Diidap Agung Hercules Hingga Akhir Hayat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Agung Hercules meninggal setelah bergelut dengan kanker otak glioblastoma (Foto: Aisyah/detikHealth) Agung Hercules meninggal setelah bergelut dengan kanker otak glioblastoma (Foto: Aisyah/detikHealth)
Jakarta - Agung Santoso atau yang lebih dikenal dengan Agung Hercules meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019). Sebelumnya, pelantun lagu 'Astuti' itu telah berjuang melawan glioblastoma atau kanker otak stadium empat.

Dikutip dari WebMD, glioblastoma atau glioblastoma multiforme (GBM) termasuk dalam jenis kanker otak yang cukup mematikan. Glioblastoma umum terjadi di kalangan orang dewasa dan umumnya sangat agresif, yang artinya dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat.

Tumor ganas ini biasanya tumbuh di salah satu sisi otak dan bisa menyebar melalui serat saraf penyambung (corpus callosum) ke sisi otak lainnya. GBM sangat jarang menyebar di luar otak.



Karena glioblastoma tumbuh dengan cepat, tekanan pada otak biasanya adalah gejala pertama, tergantung di mana tumornya, maka glioblastoma bisa menyebabkan:

- Sakit kepala yang konstan
- Kejang
- Muntah
- Masalah berpikir
- Perubahan suasana hati atau kepribadian
- Pandangan kabur atau ganda
- Kesulitan berbicara

"Glioblastoma dapat timbul sebagai de novo, artinya mereka muncul sebagai tumor stadium empat tanpa ada bukti tanda-tanda kemunculan tumor sebelumnya. Tumor de novo adalah bentuk umum dari glioblastoma dan cenderung agresif menyerang pasien usia tua," tulis American Brain Tumor Association (ABTA) di situs resminya.

Untuk mendiagnosis, seorang ahli saraf (dokter yang punya spesialisasi dalam mendiagnosis dan mengobati gangguan otak) akan memberi ujian lengkap. Pasien mungkin mendapatkan MRI atau CT scan dan tes lainnya, tergantung pada gejala yang dialami pasien.



Simak Video "Calon Pengantin, Lakukan Ini Sebelum Nikah untuk Cegah Kanker Serviks"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)