Minggu, 04 Agu 2019 09:02 WIB

Ternyata Benar! Dokter Tak Sarankan Minum Teh Sehabis Makan Bayam

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bayam merupakan salah satu makanan sumber zat besi (Foto: iStock)
Jakarta - Manfaat teh untuk kesehatan memang tidak lagi diragukan. Namun salah waktu konsumsi teh ternyata bisa berdampak buruk pada penyerapan zat besi.

Bayam adalah salah satu contoh asupan kaya zat besi. Dalam 200 gram bayam mengandung sekitar 2 miligram zat besi. Contoh asupan lain yang kaya zat besi adalah daging merah.

"Konsumsi teh usai makan bayam bisa mengganggu tubuh menyerap zat besi. Sama dengan teh, susu, dan sereal. Karena itu, minum susu tidak disarankan saat mengonsumsi suplemen zat besi. Sebaiknya dengan air putih saja," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Rini Sekartini, SpA(K).



Menurut Prof Rini, zat besi sebetulnya tidak diperlukan tubuh dalam jumlah banyak. Pria berusia lebih dari 18 tahun perlu 8,7 miligram zat besi, sedangkan wanita 19-50 tahun perlu 14,8 miligram. Kebutuhan zat besi untuk bayi usia 1-11 bulan adalah 11 miligram per hari.

Namun zat besi punya peran penting pada pembentukan hemoglobin (Hb) dalam darah. Zat besi juga berperan dalam pembentukan serabut otak dan saraf saat pembentukan janin usia 3 minggu. Peran ini terus berlanjut hingga anak usia 2 tahun yang disebut 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).

Kekurangan zat besi ditandai mudah lelah, letih, lesu, dan lemah hingga sulit fokus. Pada anak, risiko kekurangan zat besi berisiko mengganggu daya intelektualitas yang tidak bisa diperbaiki saat dewasa. Hasilnya anak tumbuh dengan kemampuan yang terbatas.



Simak Video "5 Fakta Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila Sejak SMP"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)