Minggu, 04 Agu 2019 13:05 WIB

Listrik Mati? Ini Tips Menyelamatkan ASI Perah di Kulkas

Rosmha Widiyani - detikHealth
ASI Perah (Foto: thinkstock) ASI Perah (Foto: thinkstock)
Topik Hangat Pekan ASI Sedunia 2019
Jakarta - Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya mengalami mati listrik. Bagi ibu yang menggunakan kulkas untuk menyimpas ASI (Air Susu Ibu) Perah, mati listrik bisa jadi masalah.

Dalam wawancara dengan detikHealth beberapa waktu lalu, dokter spesialis anak dan konsultan ASI dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC memberikan tips menyelamatkan ASI yang disimpan dalam kulkas. Tips dibagi untuk ASI yang beku dan cair.



1. ASI cair

Menurut dr Wiyarni, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengusahakan ASI tetap dingin. ASI cair biasanya disimpan di kulkas bagian bawah.

"Untuk yang cair, saat terjadi pemadaman masukkan ke cool box, taruh ice gel atau es batu. Setelah itu, ASI bisa tahan selama 24 jam," kata dr Wiyarni.

2. ASI beku

ASI beku biasanya disimpan di dalam freezer. Botol yang digunakan untuk menyimpan ASI sebaiknya dirapatkan dan ditambahi lipatan koran sebagai isolator dingin. Kulkas kemudian ditutup rapat dan jangan dibuka sampai listrik kembali menyala.

Menurut dr Winarni, ASI beku yang mulai mencair masih dibekukan dan disimpan kembali. Namun, ASI beku yang sudah mencair 100 persen harus segera dikonsumsi dalam 4 jam.



Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Pekan ASI Sedunia 2019