Senin, 05 Agu 2019 11:28 WIB

Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Bersamaan dengan Obat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Pisang salah satu buah yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obta. Foto: iStock Pisang salah satu buah yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obta. Foto: iStock
Jakarta - Obat merupakan hal terpenting untuk menyembuhkan suatu penyakit. Cara kerja dan waktu kerja setiap obat pasti berbeda-beda.

Namun yang perlu digarisbawahi, obat bisa tidak bereaksi atau bahkan menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman lain.

Dikutip dari news.com.au, ada beberapa makanan dan minuman yang tidak dianjurkan dikonsumsi berkombinasi dengan obat.



1. Jeruk bali

Jeruk bali memang rasanya segar dinikmati saat cuaca panas. Namun, hindari makan jeruk bali bersamaan dengan obat. Karena jeruk bali memiliki kandungan yang dapat memetabolisme obat-obat tertentu, terutama obat penurun kolesterol dan antibiotik.

"Statin (obat penurun kolesterol) memiliki interaksi yang kuat dengan jeruk bali, karena buah ini memblokir enzim yang sangat penting dalam hati, yang merupakan obat metaboliser," kata dr Ross Walker.

2. Susu

Jika kamu mengonsumsi antibiotik atau obat untuk osteoporosis jenis tertentu, hindari untuk meminum susu setelahnya. Kalsium pada susu dapat mengganggu efek beberapa antibiotik. Produk seperti keju dan yogurt juga sebaiknya dihindari, terutama jika mengonsumsi obat seperti tetrasiklin, ciprofloxacin atau alendronate.

"Ini karena kalsium dalam susu berikatan dengan obat dalam usus dan mengurangi penyerapan," ujar dr Walker.



3. Pisang

Biasanya untuk meminimalisir rasa pahit dari obat dengan menggunakan pisang. Sayangnya, kalium pada pisang dapat berdampak buruk pada obat tekanan darah. Potasium di dalam pisang juga dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan jantung berdebar.

4. Kale dan sayuran hijau

Sudah dipuji sebagai makanan super, namun kale dan sayuran hijau lain dapat berdampak negatif jika dikonsumsi berbarengan dengan obat pengencer darah dan obat aritmia (gangguan irama jantung).

Kale dan sayuran hijau mengandung banyak vitamin K1 yang berfungsi untuk mengaktifkan protein yang berperan dalam pembekuan darah. Ini bertolak belakang jika seseorang pada saat bersamaan mengonsumsi obat pengencer darah seperti wafarin.

5. Kopi

Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi kopi setiap hari. Namun sebaiknya bagi pengidap asma, hindari mengonsumsi kopi karena memiliki efek samping yang menyebabkan jantung berdebar dan gugup.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan National Institutes of Health and Ohio State University, ibu hamil harus benar-benar menghindari kopi. Penelitian terhadap 344 ibu hamil itu menunjukkan 28 persen mengalami keguguran dalam delapan minggu pertama. Dan akan meningkat 75 persen jika para wanita mengonsumsi kopi setidaknya dua gelas per hari.



Simak Video "Ditarik BPOM, Berikut Daftar Obat Maag yang Berisiko Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)