Senin, 05 Agu 2019 23:20 WIB

Jenis Polusi Ini Paling Banyak di Sekitar Kita, Kenali Asalnya!

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Mengawali minggu pertama Agustus, polusi udara Jakarta masih berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan data dari situs Air Visual, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 145 pada pukul 14.00 WIB. Banyaknya jumlah kendaraan yang melintas di jalanan Jakarta menjadi salah satu penyumbang terbanyak polusi udara ibu kota.

Ada beberapa jenis polusi yang bertebaran di lingkungan sekitar. Melansir WebMD, ada enam polusi yang mungkin terhirup oleh manusia. Keenam jenis polusi itu, antara lain ozon, materi partikulat, nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), gas sulfur dioksida, dan timbal.

Tiga dari polusi tersebut berasal dari asap kendaraan bermotor, yaitu ozon, nitrogen dioksida (NO2) dan karbon monoksida. Materi partikulat bahan kimia organik, logam, dan partikel tanah atau debu. Gas sulfur dioksida berasal dari bahan bakar yang mengandung belerang yang tercampur dengan polutan lain. Sedangkan timbal berasal dari limbah, utilitas, dan produsen baterai.


Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr Helmin Agustina Silalahi menyebutkan bahwa udara yang kita hirup saat ini menjadi polusi yang berbahaya, sembilan dari sepuluh orang penduduk dunia sekarang menghirup udara yang tercemar.

Begitu banyak efek kesehatan yang berasal dari polusi udara, dari sakit yang ringan seperti batuk dan flu, hingga penyakit berat seperti asma, stroke dan penyakit paru-paru. Dengan adanya resiko itu, kita perlu menjaga tubuh supaya fit dan terhindar dari penyakit.

"Hindari berada di jalanan yang ramai saat polusi tinggi, jika olahraga di luar ruangan lakukan di tempat yang tidak banyak polusi, hindari membakar sampah, gunakan produk-produk yang bisa didaur ulang. Selain itu, penuhi kebutuhan gizi tubuh dengan makan makanan diet tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta rendah lemak jenuh," terang dr Helmin.

Tak hanya itu, mengkonsumsi multivitamin juga penting untuk memenuhi kebutuhan harian yang tidak dapat dipenuhi dari nutrisi sehari-hari. Intervensi nutrisi yang sehat diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan polusi lingkungan.


Salah satu vitamin yang baik untuk tubuh yaitu vitamin C. Vitamin ini sudah terbukti bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan dalam jaringan dan juga menekan pembentukan karsinogen seperti nitrosamin. Namun, vitamin C tidak diproduksi dan tidak dapat disimpan oleh tubuh.

"Beberapa penelitian membuktikan konsumsi vitamin C secara rutin terbukti meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan saat sakit. Namun tubuh kita tidak dapat memproduksi vitamin C dan tidak dapat menyimpan vitamin C sehingga harus didapatkan dari asupan makanan atau suplemen setiap hari," ungkapnya.

Kini vitamin C sudah banyak tersedia bahkan dengan format hisap seperti XonCe. Dengan memenuhi kebutuhan vitamin C menggunakan XonCe, daya tahan tubuh bisa meningkat sehingga mengurangi resiko sakit karena polusi udara seperti flu dan batuk.

Simak Video "Waspada! Polusi Udara Juga Bisa Terjadi di Dalam Ruangan"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)