Selasa, 06 Agu 2019 10:37 WIB

Keren! 'Smart' Tato Ini Bisa Deteksi Diabetes Hingga Masalah Paru-paru

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi tato. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi tato. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bukan hanya untuk gaya-gayaan ataupun cara untuk mengekspresikan diri, kini tato di Inggris bisa memantau kondisi kesehatan seseorang. Dengan teknologi tinggi, tato ini disebut tato pintar atau smart tatto.

Tato ini dikembangkan oleh para peneliti dengan memasukkan pewarna kimia yang dapat bereaksi terhadap 'biomarker' spesifik dalam darah. Molekul-molekul itu akan meningkat atau menurun tergantung pada kondisi kesehatan seseorang.

Dikutip dari DailyMail, para peneliti fokus pada dapat mendeteksi diabetes tipe 1, di mana kadar gula dalam darah dapat menjadi sangat tinggi atau rendah sehingga pasien perlu menyuntikkan insulin secara teratur.

Dilibatkanlah 400.000 orang di Inggris yang mengidap diabetes tipe 1 dan melakukan tes dengan menusuk jarum ke ujung jari untuk mengukur kadar gula darah mereka. Para peneliti pun berharap, nantinya alat tes kadar gula darah itu bisa digantikan dengan tato.

Jika warna tato menunjukkan level rendah, artinya kadar gula darahnya menurun dan ia bisa mengonsumsi makanan yang mengandung gula untuk mencegah hipoglikemia. Sementara jika warna tato menunjukkan level yang tinggi, artinya kadar gula darah meningkat, ia pun bisa segera menyuntikkan insulin sebelum mengalami hiperglikemia. Saat kadar gula darah stabil, warna tato pun berubah menjadi normal.



Diabetes bukan satu-satunya penyakit yang mungkin bisa dideteksi oleh smart tato ini. Para peneliti dari Technical University of Munich di Jerman telah mengembangkannya untuk mendeteksi beberapa penyakit lain, seperti masalah paru-paru.

Tato akan mengukur tingkat pH kulit untuk mendeteksi hormon dan enzim di tubuh berfungsi dengan baik atau tidak. Terutama paru-paru memainkan peran penting dalam menjaga pH tubuh, sehingga permasalahan apapun di paru-paru dapat dideteksi dengan smart tato dengan indikator warna yang akan berubah.

Sementara itu, para peneliti di Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat mengembangkan tato ini untuk mendeteksi kadar elektrolit di dalam tubuh.

Ini penting bagi orang tua yang sering mengalami masalah dehidrasi yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur, lemah, dan bahkan kejang. Masalah itu pun akan dideteksi oleh smart tato tersebut.

Namun, ahli kimia dari Imperial College London, Dr Ali Yetisen mengatakan bahwa penelitian ini masih dalam tahap awal.

"Tapi, dalam waktu 10 hingga 20 tahun, Anda mungkin bisa mampir ke klinik untuk mendapatkan tato yang akan memantau kesehatan Anda dan mengingatkan Anda ketika ada masalah di tubuh," terangnya.



Simak Video "Hati-hati! Dampak Bahaya Tidur Terus Saat Libur Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)