Tjok Gde memiliki ketertarikan pada dunia herbal sejak bertahun-tahun lalu, saat ia masih mengurusi usaha perhotelan milik keluarganya. Sayangnya, ia dan juga para staf kerap mengalami sakit karena pola hidup yang tidak sehat.
Ia mulai mengubah makanannya menjadi organik, bahkan tertarik pada segala perkebunan organik. Tjok Gde pun mendalami wawasan mengenai jamu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendalami berbagai macam jenis kesehatan alami, Tjok Gde memutuskan untuk mengambil kuliah di Australia untuk mendalami naturopathy dan homeopathy.
Naturopathy merupakan sistem pengobatan dengan pendekatan holistik yang biasanya menggunakan modalitas nutrisi, olahraga, dan pengobatan herbal. Sementara homeopathy adalah sistem pengobatan alami dengan menggunakan unsur-unsur alam untuk menyeimbangkan kesehatan tubuh.
"Kita menggunakan dosis yang sangat kecil untuk memicu tubuh itu menyembuhkan dirinya sendiri. Jadi sangat sinergis dengan herbal juga," imbuh Tjok Gde.
Tjok Gde telah membuka praktik di Australia sejak 13 tahun lalu dan di Bali sejak 10 tahun lalu. Pasien-pasiennya pun beragam, ada yang memiliki keluhan pada pertumbuhan dan perkembangan anak, anak berkebutuhan khusus, penyakit autoimun, ketidakseimbangan hormon, fertilitas, dan bahkan ketidakseimbangan psikologis.
"Ada beberapa (pasien kanker). (Saya lakukan) homeopathy kadang juga herbal, saya supportive dia menjalani kemo atau operasi tapi saya support itu (herbal dan homeopathy -red) juga untuk mengurangi efek samping dari kemonya," lanjutnya.
Selain memiliki klinik, pria keturunan bangsawan ini juga memiliki perusahaan teh di Australia. Karena menurutnya, teh memiliki banyak khasiat, salah satunya menurunkan kolesterol dan sebagai alternatif kopi.
Tjok Gde menegaskan bahwa kehidupan yang paling baik adalah kehidupan yang kembali ke alam.
(wdw/up)











































