Kamis, 08 Agu 2019 11:13 WIB

Soal drg Romi, Apakah Dokter Tidak Boleh Punya Keterbatasan Fisik?

Rosmha Widiyani - detikHealth
drg Romi. Foto: Muhammad Ridho drg Romi. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Masalah yang menimpa drg Romi membuka mata terkait kesempatan bagi penyandang disabilitas fisik. Hak drg Romi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sempat terganjal karena keterbatasan kemampuan fisik.

Meski hak tersebut telah pulih, bukan rahasia jika akses penyandang disabilitas masih terbatas. Menurut Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr Vivi Yulaswaty, kondisi yang menimpa drg Romi tidak seharusnya terjadi.

"Menurut saya keterbatasan fisik seharusnya tidak jadi masalah, karena untuk jadi dokter perjuangannya pasti luar biasa. Sampai bisa dilantik dokter pasti punya kapabilitas. Nah, yang bisa kita lakukan sekarang adalah membuka kesempatan yang lebih luas," kata Vivi pada Rabu (7/8/2019).



Peran disabilitas dalam segala bidang sebetulnya telah diatur dalam Undang-undang nomer 8 tahun 2016. Dengan aturan tersebut, penyandang disabilitas punya peluang yang sama asal memenuhi syarat yang ditetapkan. Termasuk mengisi peluang profesi menjadi tenaga kesehatan.

Sayangnya penerapan aturan hingga tataran teknis tidak mudah. Menurut Vivi, tidak semua pemerintah daerah punya cara pandang yang sama terkait pelibatan penyandang disabilitas menjadi CPNS. Vivi berharap pemda bisa berkomunikasi lebih baik dengan kalangan disabilitas, untuk mencegah kasus serupa kembali terulang.



Simak Video "Stephanie Handojo, Atlet Disabilitas yang Berprestasi "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)