Seperti dipaparkan oleh Magdalena (61), warga Bekasi Timur yang hampir selama 4 tahun ini melewati Jalan Pramuka dari rumah menuju RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk berobat. Baginya kebijakan ganjil-genap ini dinilainya bukan sesuatu yang memberatkan.
"Mobil saya (plat nomornya) genap. Ya kalau pas ganjil saya bisa naik G**b, atau kalau memang nggak bisa ya tunda dulu aja kontrolnya," jelasnya saat berbincang dengan detikHealth di RSCM, Senin (12/8/2019).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harus cermati aja, bagaimana pengaturan waktunya. Misalnya kan mulai jam 9 nih ganjil-genapnya, ya saya perkirakan nyampenya di sini jam berapaMagdalena (61) - Pasien RSCM |
Wanita yang baru saja menjadi pensiunan guru SMK ini dalam beberapa waktu tertentu harus kontrol berobar usai operasi kanker rahim yang diidapnya. Jika memang harus kontrol saat hari itu juga, ia menyiasati ganjil-genap dengan mengatur waktunya lebih baik, agar tak habis waktunya karena harus memutar jalan yang jauh.
"Ya mesti bisa atur waktu sih. Harus cermati aja, bagaimana pengaturan waktunya. Misalnya kan mulai jam 9 nih ganjil-genapnya, ya saya perkirakan nyampenya di sini jam berapa. Kalau berangkat jam 9, kira-kira nyampe jam 11, kontrol mungkin nyampe jam 4 sore. Ya masih bisa," pungkasnya.
(frp/up)











































