Rabu, 14 Agu 2019 07:30 WIB

Round Up

Siswa SMA 'Temukan' Obat Kanker Payudara, Akar Bajakah Bikin Penasaran

Michelle Natasya - detikHealth
Para siswi SMAN 2 Palangkaraya meneliti akar bajakah tunggal sebagai obat kanker payudara (Foto: dok: IYSA) Para siswi SMAN 2 Palangkaraya meneliti akar bajakah tunggal sebagai obat kanker payudara (Foto: dok: IYSA)
Jakarta - Tanaman Bajakah khas tanah Dayak menarik perhatian warganet karena dikatakan mampu menyembuhkan sel kanker. Bajakah viral di media sosial sejak dua siswi asal Palangkaraya memperkenalkan akar tanaman Bajakah Tunggal dalam bentuk bubuk teh sebagai obat penyembuh kanker payudara. Lalu, Bajakah itu tanaman apa, sih?

Ternyata tanaman Bajakah sendiri ada banyak jenisnya, loh. Berikut 3 di antaranya :



1. Bajakah Tampala (Spatholobus Littoralis Hassk)
Tanaman ini seringkali digunakan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Tengah. Zat-zat yang terkandung dapat mempercepat pertumbuhan kolagen dan pembentukan epitel baru sehingga seringkali digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka.

2. Bajakah Lamei
Dikutip dari laman Institut Pertanian Bogor (IPB), tanaman ini merupakan tanaman hutan hujan tropis yang tumbuh merambat di daerah lembab. Masyarakat Kalimantan Tengah biasanya menampung cairan yang terdapat pada pohon Bajakah Lamei untuk kemudian diminum. Cairan dari pohon ini dipercaya dapat menyembuhkan diare.

3. Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb)
Tanaman ini memiliki kandungan phenol dan antibacterial. Ekstrak gambir juga dipercaya memiliki kandungan katekin yang tinggi. Katekin disebut bisa mencegah penyakit jantung, kelebihan berat badan, dan membantu pembentukan kolagen. Gambir juga dapat mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.



Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), dr Danang Ardiyanto, mengatakan bahwa apresiasi harus diberikan bagi semangat meneliti anak muda. Namun untuk membuktikan khasiat obat herba ini memang diperlukan uji ilmiah terlebih dulu. Karenanya, ia mengingatkan untuk tidak buru-buru overklaim soal khasiat suatu tanaman obat.

"Butuh waktu 3 sampai 20 tahun untuk klaim menyembuhkan," kata Danang saat dihubungi detikHealth, Selasa (13/8/2019).



Proses riset memakan waktu bertahun-tahun sebab harus melewati beberapa fase penelitian yang panjang. Mulai dari uji pra klinik yaitu uji coba pada hewan sampai dengan uji klinik yaitu uji coba pada manusia.

"Namun, jangan men-discourage semangat peneliti muda yang dengan cara dan upayanya sudah melakukan sesuatu untuk negeri ini," pesan dr Danang.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)