Rabu, 14 Agu 2019 14:47 WIB

Beredar Info Tanda-tanda Organ Mulai Rusak, Bisakah Jadi Acuan Periksa?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tanda-tanda ada masalah pada pankreas. Foto: Tangkapan layar Facebook Tanda-tanda ada masalah pada pankreas. Foto: Tangkapan layar Facebook
Jakarta - Baru-baru ini beredar unggahan yang viral disebarkan di media sosial Facebook berisi tanda-tanda organ mulai rusak. Ada 5 organ utama tubuh yang disebut dalam unggahan yang dibagikan oleh ratusan warganet tersebut, yakni jantung, hati, ginjal, pankreas, dan paru-paru.

Tak sedikit warganet yang memberikan komentar di unggahan yang tersebar luas itu. Beberapa khawatir, menanyakan solusi, bahkan hingga melakukan self diagnosis atau diagnosis tanpa dokter.

Berita viral soal tanda-tanda organ mulai rusak di Facebook.Berita viral soal tanda-tanda organ mulai rusak di Facebook. Foto: Tangkapan layar Facebook


Menanggapi unggahan tersebut, dokter konsultan gastroenterologi hepatologi dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH menyebutkan bahwa tanda-tanda itu tidak seluruhnya benar. Sebagian besar dari tanda-tanda tersebut bisa tercampur dengan diagnosis lain.


Sehingga bisa dikatakan semua tanda-tanda itu tidak merujuk hanya ke satu organ saja. Lalu apakah bisa menggunakannya sebagai acuan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalaminya?

"Untuk sebagai acuan ke dokter sih bisa saja tapi jangan kaget kalau nanti ternyata nggak ada apa-apa atau malah organ yang kelainan berbeda dengan yang dicantumkan di sana," tuturnya saat dihubungi detikHealth, Rabu (14/8/2019).

Misalnya, ada salah satu tanda yang menunjukkan jika jantung mulai rusak, maka kaki akan bengkak. Padahal kaki bengkak juga bisa jadi tanda ada masalah pada ginjal, seperti dikutip dari Yayasan Ginjal Nasional Amerika Serikat (NKF).

Tanda-tanda ginjal rusak, belum tentu semuanya benar.Tanda-tanda ginjal rusak, belum tentu semuanya benar. Foto: Tangkapan layar Facebook

dr Rino juga mengatakan bahwa unggahan seperti ini dapat menjadi berita yang menyesatkan di kalangan warganet. Ia menyarankan lebih baik jika disertai ahli di bidangnya untuk membantu para warganet.

"Memang bisa misleading (menyesatkan). Sebaiknya ada pendapat balik dari para ahli di bidangnya untuk masalah itu dan seharusnya dibuka saluran tanya-jawab sehingga nggak misleading," tandasnya.



Simak Video "Kocak! Viral Facial 'Peletak Peletok' yang Bikin Pasien Histeris"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)