Rabu, 14 Agu 2019 16:14 WIB

Anak Terlambat Bicara Berisiko Alami Kesulitan Belajar

Raras Prawitaningrum - detikHealth
Psikiater anak dan remaja Smartkid Clinic, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) (Dok. Dini.id) Psikiater anak dan remaja Smartkid Clinic, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) (Dok. Dini.id)
Jakarta - Psikiater anak dan remaja Smartkid Clinic, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K), mengungkapkan umumnya para orang tua menganggap keterlambatan bicara (delayed speech) pada anak adalah hal biasa. Padahal terlambat bicara merupakan salah satu dari sekumpulan gejala lain yang menjadi satu gangguan. Terlambat bicara merupakan bagian dari suatu gangguan yang perlu diwaspadai orangtua.

Sebuah kasus mengungkapkan anak usia 3 tahun ditolak masuk suatu preschool. Jika diizinkan masuk, orang tua harus menandatangani surat pernyataan siap dikeluarkan dalam tiga bulan. Jika tidak bisa mengikuti kelas, pihak sekolah menyatakan bahwa pihak sekolah adalah sekolah biasa yang bukan diperuntukkan anak berkebutuhan khusus.

Orang tua anak tersebut kaget karena tidak merasa ada keanehan selain sang anak belum bisa bicara. Setelah masuk sekolah selama satu minggu, sang anak terlihat menyendiri, tidak berbaur, bahkan berlaku kasar kepada teman-temannya. Sehingga orang tua sang anak dipanggil oleh pihak sekolah dan menyarankan anaknya untuk dibawa ke klinik tumbuh kembang.

Setelah melalui assessment di klinik tumbuh kembang anak, sang anak didiagnosa mengalami keterlambatan perkembangan. Di usianya 34 bulan, tingkat kemampuannya hanya seperti anak berusia 22 bulan dan harus diterapi intervensi untuk mengejar ketertinggalannya. Ternyata hal ini banyak dialami oleh orang tua di Indonesia yang tidak menyadari risiko anak terlambat bicara untuk jangka panjang.

Anak Terlambat Bicara Berisiko Alami Kesulitan BelajarSurat pernyataan preschool untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara (Dok. Dini.id)

dr. Anggia mengatakan anak yang mengalami terlambat bicara jika tidak ditangani secara dini dapat mengganggu tumbuh kembang pada tahapan selanjutnya. Hal tersebut akan mengakibatkan anak kesulitan untuk berkomunikasi dan mengekspresikan keinginannya kepada orang lain. Hal ini tentu akan menyulitkan orang tua untuk memahami keinginan anak

"Deteksi yang lebih dini dapat membantu perkembangan anak untuk mengejar ketertinggalan dalam hal kemampuan berbicara.Jika sudah mendapat deteksi dini, maka segera mungkin lakukan stimulasi yang berkelanjutan agar bisa mengejar tahap perkembangan yang selanjutnya," ujar dr. Anggia dalam keterangannya, Rabu (14/8/2019).

Keterlambatan bicara bila dibiarkan akan mengakibatkan beragam gangguan. Misalnya seperti gangguan berbahasa ekspresif dan reseptif, disabilitas intelektual, ADHD, dan autisme.

"Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengawasi tumbuh kembang anak secara konsisten. Lakukanlah stimulasi sedini mungkin dengan mulai bicara kepada anak anda dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan sering. Ambil banyak kesempatan untuk berbicara, mendengarkan, dan merespons anak Anda. Bacakan buku bergambar untuk anak Anda. Hindari penggunaan gadget sejak dini," jelasnya.

dr. Anggia turut menjelaskan kesadaran orang tua akan pentingnya peranan mereka sangatlah penting untuk perkembangan si kecil.Bagi para orang tua yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang tumbuh kembang anak, dapat mencoba beberapa solusi.

Pertama, lakukan deteksi dini dengan sistem assessment tumbuh kembang anak di www.dini.id, situs ini yang dilengkapi sistem assessment online gratis sesuai usia anak. Sehingga jika ditemukan adanya permasalahan pada anak, dapat ditangani sedini mungkin. Sebagai informasi, situs ini akan diluncurkan pada 1 September mendatang.

Kedua, diikuti kelas yang dirancang khusus untuk stimulasi perkembangan anak di playground yang sudah bekerja sama dengan profesional child mental health (psikiater dan psikolog anak), seperti AppleBee Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Ketiga, datang ke seminar tumbuh kembang untuk mendapatkan informasi yang tepat dari psikiater dan psikolog anak. Salah satunya seminar 'Mengatasi Speech Delay Pada Anak Usia Dini' yang akan diadakan pada 31 Agustus 2019 di AppleBee Taman Anggrek. Untuk info lebih lanjut,hubungi nomor telepon 081386583800.

Simak Video "Begini Atasi Pertanyaan "Kapan Nikah?" "
[Gambas:Video 20detik]
(idr/up)