Kamis, 15 Agu 2019 15:37 WIB

Ingin Bunuh Diri Seperti Ria Ricis, Sindrom Depresi Atau Sudah Gangguan?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ria Ricis sempat ingin bunuh diri. Foto: Ismail/detikFoto Ria Ricis sempat ingin bunuh diri. Foto: Ismail/detikFoto
Jakarta - Ria Ricis mengaku sempat ingin bunuh diri karena tekanan hidup yang ia hadapi sungguh berat. Namun keinginannya itu pun diurungkan dan Ricis akui itu adalah tindakan yang bodoh.

Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Omni Hospital Alam Sutra dan juga staf pengajar dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (FK Ukrida) Jakarta, dr Andri, SpKJ, FACLP mengatakan bahwa bunuh diri merupakan salah satu gejala depresi yang sangat mengkhawatirkan.

Ada dua jenis depresi yang mungkin terjadi pada Ricis, sindrom depresi atau gangguan depresi. Apa perbedaan dari keduanya?

Sindrom depresi terjadi saat seseorang mengalami gejala-gejala depresi hanya satu atau dua hari, dan bukan merupakan gejala yang menetap. Sedangkan gangguan depresi terjadi ketika gejala depresi berlangsung minimal 2 minggu dan telah mengganggu fungsi pribadi dan sosial orang tersebut.



"Jadi kalau Ria Ricis mengalami gejala tersebut hanya sekitar satu dua hari saja, itu kita sebut sindrom depresi," kata dr Andri kepada detikHealth, Kamis (15/8/2019).

dr Andri mengingatkan, seseorang yang mengalami gejala depresi seharusnya segera berkonsultasi pada psikolog atau psikiater karena otaknya mengalami kelelahan atau burnout, apalagi jika sudah muncul ide untuk bunuh diri.

"Jadi penting buat saya menginformasikan kepada khalayak muda bahwa orang itu bisa mengalami gejala-gejala depresi dan bukan tidak mungkin kita sangat sering mengalami gejala-gejala ini dalam kehidupan sehari-hari dan itu bisa terjadi pada siapa saja. Tetapi jika tidak mampu mengatasinya harus berobat ke dokter jiwa atau datang ke psikolog, di puskesmas itu sudah ada," sarannya.



Simak Video "NGOBS KUY! Cegah Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)
News Feed