Kamis, 15 Agu 2019 17:56 WIB

Bayi Ditemukan Peluk Ayah yang Meninggal 3 Hari, Ada Risiko Hipoglikemi

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Di rumah ini, seorang bayi ditemukan hidup menunggui jenazah sang ayah yang diperkirakan sudah meninggal 3 hari (Foto: Yakub Mulyono) Di rumah ini, seorang bayi ditemukan hidup menunggui jenazah sang ayah yang diperkirakan sudah meninggal 3 hari (Foto: Yakub Mulyono)
Jakarta - Bayi di Jember bertahan hidup 3 hari tanpa makan-minum, ditemukan sedang memeluk ayahnya yang sudah meninggal. Dalam kondisi tersebut, si bayi menghadapi risiko hipoglikemi.

Praktisi kesehatan anak dr Wiyarni Pambudi, SpA mengatakan, 3 hari adalah range aman bagi bayi untuk bertahan hidup tanpa makan-minum. Tentu dengan catatan, kondisinya stabil dan tidak dalam lingkungan yang ekstrem.

Meski demikian, tetap ada risiko yang harus diwaspadai. Karenanya, ada pertolongan pertama yang harus diberikan ketika bayi tersebut ditemukan. Salah satunya mengecek jalan napas.

"Kita punya protokol ABC, Airway Breathing Circulation. Harus dilihat dulu pernapasannya, itu ditolong dulu," jelas dr Wiyarni.



Menurutnya, seseorang yang mengalami dehidrasi juga mengalami gangguan sirkulasi. Rehidrasi dengan infus atau minuman bisa diberikan tergantung tingkat dehidrasinya. Setelah itu, baru dicek dampak kekurangan asupan makan.

"Kalau mungkin dia kena hipoglikemi karena kekurangan asupan makanan, ya itu harus dilihat. Gula darahnya turun, karena puasa berhari-hari biasanya turun," tutur dr Wiyarni.

Sebelumnya diberitakan, sesosok bayi berusia 14 bulan di Jember ditemukan tengah memeluk ayahnya yang diperkirakan telah meninggal 3 hari. Saat ditemukan, kulit yang ayah sudah menghitam dan menempel di pipi maupun baju sang bayi.



Simak Video "Sambut Bahagia Kelahiran Bayi Kembar 3 di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)