Sabtu, 17 Agu 2019 19:00 WIB

Berbagai Jenis Virus yang Menyerang Rongga Mulut dan Sering Diidap Anak

Adelia Putri - detikHealth
Ilustrasi periksa gigi anak. (Foto: iStock) Ilustrasi periksa gigi anak. (Foto: iStock)
Jakarta - Anak mudah sakit utamanya karena daya tahan tubuh yang buruk. Tanpa disadari, penyebabnya adanya virus yang menyebar dari orang terdekat, atau dari lingkungan sekitar yang berpotensi sebagai sumber utama penularan.

Perlunya edukasi mengenai pentingnya menjaga anak dari virus yang tersebar menjadi salah satu perhatian dari Universitas Indonesia. Karenanya, mereka melakukan Aksi Ramah Anak untuk mengenalkan kelainan rongga mulut yang kerap diidap anak akibat infeksi.

"Jadi kebersihan mulut dan gigi sangatlah penting, tidak hanya berlaku bagi orang dewasa saja, tetapi kebersihan mulut dan gigi buah hati juga perlu diperhatikan," tutur drg. Indriasti Indah Wardhany, Sp.PM(K) kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, dr Indri menjabarkan mengenai beberapa jenis virus yang menyerang rongga mulut dan sering diidap anak.


1. Virus Herpes Simpleks
Virus seringkali menyebabkan luka di sekitar mulut anak. Penyebabnya beragam, bisa karena menular dari airu liur orang dewasa ketika mencium anak atau tertular dari anak lainnya.

Dikutip dari Healthy Children, virus jenis ini kadang disebut sebagai herpes oral karena gejalanya seperti pembentukan lepuhan kecil di sekitar mulut, dagu, pipi, bahkan hidung. Setelah beberapa hari, lepuhannya bisa mengempes dan sembuh dalam satu atau dua minggu.

2. Virus Herpes Zoster
Pada anak, jenis herpes zoster sering disebut dengan varicella atau cacar air. Penularan herpes zoster hanya terjadi jika ada kontak dengan kulit yang terinfeksi. Oleh karena itu, biasanya anak yang terjangkit herpes zoster atau cacar air 'diasingkan' terlebih dahulu agar tidak menulari teman-temannya.

3. Picornavirus
Picornavirus lebih dikenal dengan sebutan flu Singapura yang tentu sangat menular. Dikutip dari laman NCBI, virus ini diidap oleh lebih dari 75 persen anak pada umur kurang dari 5 tahun. Viru ini menyerang di sekitar mulut, telapak kaki, dan telapak tangan.

4. Paramyxovirus
Paramyxovirus merupakan virus penyebab terjadinya gondongan. Ditularkan dari satu anak ke anak lain melalui kontak langsung dari cairan yang keluar dari hidung dan tenggorokan seperti bersin atau air liur.

Mengutip Children Hospital, gejalanya bisa bervariasi untuk setiap anak. Diperlukan waktu antara 16 hingga 18 hari bagi anak untuk mengembangkan tanda-tanda gondong setelah kontak dengan penyakit tersebut. Adapun beberapa tandanya yakni demam, sakit kepala, nafsu makan berkurang dan tidak enak badan.



Simak Video "Ini Dia Rapor Merah Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/frp)