Senin, 19 Agu 2019 12:48 WIB

4 Jenis Kanker yang Perlu Diwaspadai Kaum Pria

Kintan Nabila - detikHealth
Kaum pria punya kerentanan lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu (Foto: Thinkstock) Kaum pria punya kerentanan lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan, karena gejalanya yang tidak diketahui. Hal ini membuat sebagian besar pasien kanker sering mencari pengobatan medis ketika stadium lanjut. Dalam tahap ini penyakit menjadi sulit disembuhkan. Para dokter menganjurkan untuk melakukan deteksi dini seperti skrining kanker.

Sebelumnya, diskusilah dengan dokter untuk melakukan skrining yang tepat setelah memahami risiko dan manfaatnya. Dikutip dari Times of India, berikut beberapa jenis kanker yang paling banyak menyerang pria dan rekomendasi skrining untuk mendeteksinya.



1. Kanker paru-paru

Kanker paru menjadi salah satu penyebab utama kematian karena penyakit kanker di dunia. Meskipun mereka yang berisiko adalah perokok aktif dan mantan perokok, namun bukan tidak mungkin perokok pasif juga bisa terkena kanker paru. Selain rokok, polusi udara juga menjadi salah satu penyebabnya.

Pria berusia antara 55-75 tahun dapat menjalani skrining untuk kanker paru, terutama untuk perokok berat. Skrining dilakukan setiap tahun melalui CT scan dosis rendah (LDCT) dada untuk membantu mengidentifikasi kanker paru stadium awal.

2. Kanker mulut

Kanker mulut mengacu pada kanker bibir, lidah, pipi, dasar mulut, langit-langit keras dan lunak, serta tenggorokan. Mereka yang secara teratur mengonsumsi tembakau seperti merokok dan mengunyah tembakau dan alkoholik memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker mulut.

Kanker mulut sering didahului oleh munculnya lesi pra-kanker yang timbul tanpa diketahui penyebabnya. Lesi dapat berwarna putih atau merah, berupa tonjolan atau bercak titik-titik di rongga mulut. Tes skrining direkomendasikan untuk orang dewasa yang berisiko tinggi dengan gejala ini. Inspeksi visual sederhana dapat membantu mendeteksi kondisi premalignan atau kondisi saat kanker belum ganas.



3. Kanker prostat

Kanker prostat memengaruhi kelenjar prostat yang memproduksi cairan semen dan membantu mengendalikan urin pada pria. Pengidap kanker ini jumlahnya meningkat seiring bertambahnya usia. Nmaun, untuk stadium awal dapat diobati melalui operasi dan radioterapi. Untuk itu perlu dilakukan skrining,

Skrining dianjurkan saat usia 50 tahun dan dilakukan melalui tes darah yang disebut tes prostate specific antigen (PSA). Jika tes PSA tidak normal, perlu dilakukan pemindaian lebih lanjut dan biopsi untuk mengidentifikasi kanker prostat.

4. Kanker usus besar

Kanker usus besar, atau umum disebut kanker kolorektal terjadi kerika gumpalan sel non-kanker yang disebut polip tumbuh menjadi kanker usus besar. Pria di atas usia 50 tahun harus menjalani skrining kanker usus besar secara rutin dan terus berlanjut sampai usia 75 tahun. Skrining juga direkomendasikan untuk orang dengan riwayat kanker dari keluarga, polip, paparan radiasi atau riwayat penyakit radang usus.

Dua jenis skrining direkomendasikan untuk kanker usus besar. Satu yang menyaring untuk kanker dan polip, dan yang lain hanya menyaring kanker. Tes yang digunakan untuk skrining kanker dan polip meliputi sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi, barium enema kontras ganda, atau CT kolonografi (kolonoskopi virtual). Sementara, tes yang hanya menyaring kanker termasuk tes tinja untuk darah, atau tes tinja DNA.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)