Senin, 19 Agu 2019 18:31 WIB

Tips Mengontrol Nafsu Makan Saat Sedang Galau

Kintan Nabila - detikHealth
Awas kendalikan nafsu makanmu saat emosi.(Foto: iStock) Awas kendalikan nafsu makanmu saat emosi.(Foto: iStock)
Jakarta - Pernahkah kamu sangat ingin makan saat galau, dimarahi bos, bertengkar dengan teman, atau putus cinta misalnya. Kamu mengalihkan emosi itu dengan makan dalam jumlah besar, kemudian merasa bersalah setelahnya.

Para ahli mengatakan bahwa kecenderungan ini dinamakan emotional eating. Kebiasaan ini merupakan masalah serius yang menjadi penyebab 75 persen makan berlebihan yang mengarah pada obesitas.

Nicole Burley, pelatih dan juga penulis, Proud Not Perfect: A Practical Approach to Healthy Habits, mengatakan bahwa emosi sering kali disalahartikan dengan rasa lapar.

"Ketika kamu memikirkannya, kamu merasakan sakit, kesepian, dan kesedihan di perut, sama seperti ketika kamu lapar." katanya.


Dikutip dari yourtango, berikut adalah tips menghindari Emotional Eating atau rasa ingin makan saat galau.

1. Ketahui alasan kenapa kamu makan

Para ahli sepakat bahwa langkah pertama memerangi Emotional Eating adalah menyadari bahwa kamu hanya ingin makan dan bukan karena benar-benar lapar.

"Sangat penting untuk mencoba tetap objektif tentang alasan kenapa kamu makan. Apakah tubuh fisikmu lapar dan membutuhkan makanan? Atau apakah kamu hanya merasa bosan, kesepian, sedih atau kecewa?" kata Burley.

2. Tanyakan pada diri sendiri mengapa kamu melakukannya

Setelah menyadari bahwa kamu mengalami Emotional Eating, cobalah untuk mengidentifikasi emosimu. Abend merekomendasikan agar kamu menghabiskan waktu dengan perasaan tersebut dan benar-benar merasakannya.

"Kenali perasaan itu. Katakan saja, 'Aku kesepian' atau 'Aku bosan.' Luangkan waktu dengan perasaan itu, jangan lari darinya dan bergegas pergi ke dapur," kata Health and lifestyle coach Tatiana Abend.

Jika kesulitan menjelaskan apa yang sebenarnya mengganggu hidupmu, atau kenapa kamu sangat ingin makan ketika galau. Jangan takut untuk mencari konseling.

3. Cari tahu apa yang harus dilakukan

Saat kamu menemukan masalah yang mengganggumu. Coba cari tahu apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya. Meryl Hershey Beck, penulis buku Stop Eating Your Heart Out: The 21 Day Program to to Free Yourself From Emotional Eating, mengatakan bahwa makanan bisa menghilangkan rasa sakit, tapi hanya sesaat.

"Ketika kamu putus cinta, kesepian atau sedih, mungkin kamu bisa memanggil teman. Atau mungkin, kamu hanya perlu menangis selama beberapa menit." Kata Beck.

4. Atur pola makan

Untuk menghindari Emotional Eating, cobalah atur jadwal makan seperti sarapan, makan siang dan makan malam.

"Cobalah untuk tetap selaras dengan rasa lapar dan jadwal makan," kata Abend.

Ingatlah untuk menyikat gigi setelahnya sehingga kamu tahu bahwa kamu telah selesai makan. Jangan lupa minum banyak air agar tetap terhidrasi.


5. Jangan terobsesi dengan makanan

Meskipun kamu harus mencoba mengkondisikan tubuh untuk mengetahui kapan waktunya makan. Ingatlah untuk tidak terobsesi dengan makanan, agar tidak makan secara berlebihan. Jika kamu benar-benar harus makan, cobalah membuat pengganti camilan yang lebih sehat, seperti popcorn dan bukan cookies.

6. Bersikap baik kepada diri sendiri.

Cobalah bersikap lembut pada diri sendiri dan cari tahu apa yang kamu butuhkan. Jangan terlalu sering membuat penilaian dan mengkirik diri sendiri.

"Kenali apa yang kamu lakukan tanpa merasa seperti orang jahat." kata Beck.

7. Menerima diri sendiri

Belajarlah menerima diri sendiri dan berdamai dengan hidup. Beberapa orang mungkin berharap hidup mereka berbeda, berpikir 'Saya berharap saya punya pacar' atau 'Saya berharap bos saya tidak meneriaki saya hari ini'.

"Tapi emosi tersebut bukan rasa lapar, kamu tidak perlu makan. Jangan biarkan emosi membuatmu lari ke lemari es!" kata Abend.



Simak Video "Yuk Jaga Alam Lewat Pola Konsumsi Pangan Kita!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)