Selasa, 20 Agu 2019 12:31 WIB

Berminat Coba? Terapi Lintah Makan Waktu 30-60 Menit

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang pasien menjajal terapi lintah (Foto: Dok. Pribadi) Seorang pasien menjajal terapi lintah (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Bagi orang awam, lintah mungkin masih dianggap hewan yang menjijikkan. Namun hewan ini ternyata bisa menjadi obat seperti yang dirasakan salah satu pasiennya Maria Fatima Bona.

Fat, demikian dia biasa disapa, tidak lagi merasa sering pusing sehingga tak lagi 'ketergantungan' obat sakit kepala. Fat juga mengalami kenaikan berat badan menjadi 53,2 kilogram sehingga tampak lebih sehat dan segar.

"Lama terapi tergantung kecepatan lintah nyedot darah kotor. Bisa 30 menit sampai satu jam. Lintahnya ditempel di tempat yang banyak darah kotor sesuai," kata Fat yang kini tinggal di daerah Jakarta Barat.



Fat berencana kembali melakukan terapi lintah namun belum menemukan waktu yang tepat. Manfaat terapi lintah memang masih terasa, namun lebih baik jika terapi diulang untuk menjaga manfaatnya.

Dikutip dari Healthline, terapi lintah ternyata telah ada sejak zaman Mesir kuno. Lintah memproduksi senyawa peptida dan protein lain yang bisa mencegah terjadinya gumpalan darah. Senyawa ini disebut juga antikoagulan yang mampu menjaga aliran darah tetap lancar.



Simak Video "Tahu Nggak Sih, Makna Diet Sesungguhnya Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)