Selasa, 20 Agu 2019 17:35 WIB

Beragam Penyakit yang Bisa Diterapi dengan Lintah

Rosmha Widiyani - detikHealth
Lintah yang siap dipakai untuk terapi dikemas dalam wadah tertutup. (Foto: dok. Pribadi) Lintah yang siap dipakai untuk terapi dikemas dalam wadah tertutup. (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta - Terapi lintah mungkin tidak terdengar terlalu asing di telinga masyarakat umum. Meski begitu, tidak semua orang sempat mencoba terapi yang menggunakan hewan ini.

Menurut salah satu praktisi terapi lintah yang kerap disapa Pak Jhon, terapi lintah sebetulnya bisa digunakan untuk semua penyakit. Namun metode yang digunakan tidak sama bergantung penyakitnya.

"Metode ini bisa digunakan untuk berbagai penyakit yang ada di tubuh. Sesuai pengalaman saya, hanya 2 penyakit yang tidak bisa diterapi dengan lintah. Yaitu kelainan saraf sejak lahir dan pengeroposan tulang," kata Pak Jhon pada detikHealth.



Penyakit yang sudah lama atau kronis biasanya perlu beberapa kali terapi hingga kembali pulih. Frekuensi terapi yang baik biasanya satu kali dalam seminggu. Lintah diletakkan di areal yang terdapat pembekuan darah.

"Prinsipnya bagian tubuh yang peredaran darahnya terhambat biasanya hangat atau panas. Sedangkan yang lancar biasanya bersuhu lebih rendah sehingga terasa dingin. Lintah diletakkan di areal yang terasa panas sehingga peredaran darahnya bisa kembali lancar tanpa hambatan," kata Pak John.

Sama seperti penggunaannya untuk semua penyakit, tiap orang sebetulnya bisa merasakan manfaat terapi lintah. Meski lintah bisa menghisap darah, pasien tak perlu khawatir mengalami kekurangan darah usai terapi.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)