Selasa, 20 Agu 2019 19:33 WIB

Bos Salon Pelaku 'Seks Gangbang' Positif HIV, Waspadai Koinfeksi Berikut Ini

Firdaus Anwar - detikHealth
Salah satu pelaku seks gangbang terungkap positif HIV. (Foto: Hakim Ghani) Salah satu pelaku seks gangbang terungkap positif HIV. (Foto: Hakim Ghani)
Jakarta - Bos salon yang menjadi tersangka video porno 'seks gangbang' di Garut positif mengidap human immunodeficiency virus (HIV). Kondisi infeksinya disebut Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mulai parah sejak lima bulan lalu.

HIV diketahui dapat menyerang dan melemahkan sistem imun tubuh sehingga kesulitan melawan infeksi. Hal ini dapat membuat seorang pengidap rentan terserang penyakit lain, kondisi yang umum disebut Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FACP, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pernah menuturkan penyakit yang sering menyerang pasien AIDS di antaranya:


1. Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium. Biasanya pasien diobati dengan kombinasi obat antiretroviral (ARV) dan obat TBC.

2. Cytomegalovirus

Cytomegalovirus (CMV) adalah jenis virus yang umum ditemukan namun jarang menimbulkan penyakit pada orang sehat. Nah ketika sistem imun melemah maka CMV bisa membuat berbagai masalah.

Infeksi CMV pada mata misalnya ditandai ketajaman penglihatan yang menurun, lalu diikuti dengan seperti ada kilatan cahaya, pandangan berkabut, gangguan lapang pandang serta jika progresif bisa menimbulkan kebutaan dalam waktu 2 bulan tanpa terapi.

3. Kanker

Beberapa kanker diketahui bisa berkaitan dengan infeksi HIV. Contohnya seperti kanker kelenjar getah bening, kanker leher rahim dan sarcoma Kaposi.

4. Kriptokokosis

Kriptokokosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Pada pengidap HIV kondisi ini bisa menyebabkan meningitis (radang selaput otak) ditandai dengan gejala sakit kepala dan kesadaran menurun.

5. Diare

Pada orang dengan HIV-AIDS sering dijumpai mengalami diare kronik akibat adanya infeksi kuman pathogen. Pada kondisi ini terapi rehidrasi sangat penting dan juga dilakukan pemeriksaan feses terhadap bakteri, jamur, parasit atau virus.



Simak Video "Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)