Rabu, 21 Agu 2019 19:25 WIB

Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Diprediksi Terwujud dalam 3 Tahun

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi operasi. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Peneliti yakin mampu melakukan transplantasi jantung babi ke manusia dalam tiga tahun. Hal ini dikatakan periset Sir Terence English yang menjadi pionir dalam bidang transplantasi jantung di Inggris.

Jantung babi yang digunakan dalam transplantasi telah diadaptasi terlebih dulu. Transplantasi jantung babi ke manusia menandai 40 tahun keberhasilan operasi dari manusia ke manusia. English mengatakan pada Sunday Telegraph, sebelumnya dilakukan operasi transplantasi ginjal terlebih dulu dari babi ke manusia.

"Jika hasil transplantasi ginjal bagus, maka hasil serupa bisa diperoleh pada jantung babi di tubuh manusia," ujar English yang kini berusia 87 tahun dikutip dari Mirror.


Jantung babi dan manusia memiliki kesamaan anatomi dan fisiologi, sehingga sering digunakan sebagai model pengembangan metode pengobatan baru. Harapan atas keberhasilan operasi ini meningkat pada Mei 2019, setelah terapi genetik menunjukkan hasil yang menjanjikan pada babi.

Kelompok periset internasional sebelumnya berhasil menemukan, pemberikan material genetik microRNA-199 pada jantung yang rusak akibat serangan memungkinkan jaringan beregenerasi. Namun periset menghadapi kendala meneruskan riset ini.

"Terapi yang bisa membantu jantung memperbaiki diri usai terkena serangan sangat penting bagi seorang dokter. Riset ini menunjukkan kemampuan jantung memperbaiki diri bukan sekadar mimpi. Untuk kali pertama, kami yakin pada hal tersebut," kata pimpinan British Heart Foundation Ajay Shah.

Riset terkait pemberian microRNA-199 babi telah dipublikasikan dalam jurnal Nature. Jantung babi yang rusak setelah serangan jantung kembali nyaris utuh dalam waktu satu bulan. Periset menghadapi kode genetik untuk mencoba terapi ini pada manusia. Selain itu, hampir seluruh babi yang menjadi sampel riset mati karena ekpresi microRNA-199 terus berkembang tanpa bisa dikendalikan.



Simak Video "Baru! Peneliti Melihat Ada Kemungkinan Virus Corona Serang Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)