Jumat, 23 Agu 2019 07:37 WIB

4 Kebiasaan 'Sehat' yang Ternyata Bisa Merusak Tubuhmu

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi olahraga terus-menerus. Foto: Thinkstock Ilustrasi olahraga terus-menerus. Foto: Thinkstock
Jakarta - Demi menyehatkan tubuh, kita mengganti semua kebiasaan buruk kita menjadi kebiasaan sehat. Namun kamu perlu ketahui, kadangkala tak semua kebiasaan sehat tersebut baik untuk tubuh kita.

Banyak pakar mengatakan bahwa beberapa kebiasaan sehat sebenarnya mencegah kita untuk menjadi lebih sehat. Malahan bisa membuatmu yang bertujuan untuk mengurangi bobot jadi menambahnya. Duh!

Dikutip dari Body and Soul, berikut adalah 4 kebiasaan sehat yang kamu pikir akan menyehatkan tubuh, namun sebenarnya justru bisa merusaknya.



1. Mengganti gula dengan pemanis buatan
Banyak yang memutuskan untuk mengganti gula agar mengurangi risiko kegemukan. Salah satu hal yang dianggap jadi solusi adalah menggunakan pemanis buatan, atau mengonsumsi makanan dan minuman berlabel 'bebas gula'.

Namun para peneliti di Massachusetts General Hospital menemukan pemanis dalam minuman bernama aspartame ternyata malah meningkatkan risiko naiknya bobot. Menurut hasil studi mereka, hal ini disebabkan adanya produknya yang bernama fenilalanin, mengganggu kadar metabolisme dan menaikkan kemungkinan bobot bertambah.

Yang lebih buruknya lagi, pakar mengungkap bahwa meminum dua atau lebih minuman dengan pemanis buatan dalam sehari dapat meningkatkan risiko mati muda akibat stroke dan serangan jantung.

2. Olahraga terus-menerus
Memang benar bahwa olahraga menjadi syarat mutlak untuk tetap sehat, namun bukan berarti kamu harus melakukannya secara intens dan terus-menerus. Ahli mengatakan bahwa berolahraga secara ekstrem tidak akan memberimu manfaat yang sebenarnya.

Setidaknya berilah waktu jeda untuk memberikan kesempatan bagi tubuh agar pulih, karena bisa berisiko membuatmu naik berat badan. Alasannya karena adanya akumulasi lemak yang diakibatkan dari produksi kortisol atau hormon stres.

Kortisol bisa mengganggu proses tiroid yang akan memproses pembakaran lemak dan juga menstimulasi hormon lapar ghrelin di otak secara berlebihan, membuatmu tak bisa mengontrol nafsu makan. Selain itu, olahraga terus-menerus bisa meningkatkan risiko cedera dan menimbulkan masalah dalam jangka panjang.



3. Beli makanan 'sehat'
Tren katering makanan sehat untuk makan siang maupun makan malam terdengar sangat sehat. Mungkin kamu terpikir untuk membiasakan membelinya agar pola makan sehatmu tetap terpantau.

Padahal nyatanya tidak 'sesehat' itu, lho. Terkadang ada beberapa bahan makanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh tubuhmu. Selain itu, kerap kali membuatmu terasa sangat lapar jika dimakan saat siang hari dan imbasnya kamu akan mencari cemilan untuk menutupi rasa lapar.

Yang lebih buruknya, studi yang dilakukan oleh Yale University menyebutkan memesan makanan sehat justru melepaskan hormon lapar ghrelin lebih banyak, yang bisa meningkatkan rasa lapar dan memperlambat metabolisme. Makan sianglah dengan porsi secukupnya dan isi piring yang terkontrol.

4. Terlalu banyak atau lama tidur
Kurang tidur memang bisa membuatmu berisiko terkena serangkaian masalah kesehatan. Namun 'membalasnya' dengan terlalu lama tidur juga sama buruknya.

Tidur lebih dari delapan jam bisa membuatmu lebih mungkin naik bobot, menurut para peneliti di Wake Forest University School of Medicine. Lemak berlebih di sekitar perut terkait dengan gejala diabetes dan penyakit jantung. Mereka menyarankan untuk tidur antara enam hingga delapan jam pada malam hari.



Simak Video "Kisah Pasangan Suami-Istri Abdikan Hidup Jadi Relawan Inkubator"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)