Jumat, 23 Agu 2019 09:09 WIB

Didiagnosis Dokter Anemia, Ternyata Wanita Ini Idap Kanker Limfoma

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi kelelahan. Foto: Thinkstock
Jakarta - Hannah Fraser (16), mengalami salah diagnosis selama ini. Siswi sekolah menengah itu selalu didiagnosis anemia, namun pada akhirnya ditemukan kanker di tubuhnya.

Berawal dari kondisi Hannah yang kerap mengeluh merasa lelah tidak jelas penyebabnya. Dokter pun mengatakan bahwa ia mengalami anemia, suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Kondisi ini tentunya memerlukan zat besi untuk pengobatan.

Dokter pun memberikan tablet zat besi. Sayangnya itu tidak bekerja mengatasi kelelahan Hannah. Tiga minggu kemudian, dokter menaikkan dosisnya. Lagi-lagi tidak mempan, hingga akhirnya Hannah dirujuk untuk melakukan CT scan.

"Perawat menelepon saya untuk mengatakan sesuatu telah muncul pada pemindaian," kata sang ibu, Denise Carver dikutip dari DailyMail.

Hannah yang pada saat itu tengah menjalani ujian sekolah segera dijemput untuk pergi ke rumah sakit menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.



Seorang dokter mengatakan padanya bahwa ada tumor di sekitar batang tenggorokan Hannah, yang kemudian diyakini merupakan kanker limfoma Hodgkin, namun masih diperlukan biopsi untuk memeriksanya lebih lanjut.

Minggu berikutnya, hasil biopsi benar-benar menyatakan bahwa Hannah mengidap kanker limfoma Hodgkin. Ia pun segera menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening, menjalani pengobatan kemoterapi dan steroid.

"Kupikir rambutku benar-benar rontok. Aku bangun suatu pagi dan ada gumpalan rambut di bantal. Dan suatu hari aku bangun dengan wajahku bengkak," ungkap Hannah.

Namun Hannah memiliki semangat yang sangat tinggi. Hingga akhirnya kondisinya membaik dengan cepat dan segera mengikuti ujian akhir di sekolahnya.

Keberuntungan berpihak padanya, berselang dua bulan setelah pengumuman hasil ujiannya, Hannah menerima pengumuman dari dokter bahwa ia dalam remisi. Ia pun hanya akan menjalani check-up rutin selama lima tahun ke depan dan terbebas dari risiko penyakitnya.

"Aku sangat bangga padanya, dia begitu kuat dan positif sepanjang kondisinya seperti itu," tandas Carver.



Simak Video "Mengenal Kanker Limfoma yang Merenggut Nyawa Pendiri Microsoft"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)