Jumat, 23 Agu 2019 14:15 WIB

Satpam Gading Serpong Meninggal Usai Digigit Ular, Ini Efek Bisa di Tubuh

Firdaus Anwar - detikHealth
Ular yang mengigit Iskandar disebut dari jenis weling. (Foto ilustrasi: iStock) Ular yang mengigit Iskandar disebut dari jenis weling. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta - Sempat viral video yang menunjukkan seorang satpam menangkap seekor ular berbisa dengan tangannya. Pria tersebut diketahui bernama Iskandar dan dilaporkan meninggal dunia karena digigit ular.

"Betul, kejadiannya itu hari Selasa, 20 Agustus, lalu sekitar jam 19.30 WIB. Kasusnya ditangani oleh Polsek Kelapa Dua ya," kata Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono kepada detikcom, Jumat (23/8/2019).


Menurut pengakuan saksi mata tidak lama setelah digigit ular Iskandar mengalami keluhan sesak napas, lemas, hingga akhirnya pingsan. Ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk diberikan antitoksin namun nyawanya tidak tertolong.

Sebenarnya apa sih efek bisa ular bagi tubuh? dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB, dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) menjelaskan pada dasarnya sifat bisa ular bisa dibagi menjadi beberapa jenis yaitu misalnya yang sitotoksin atau neurotoksin.

Sitotoksin berarti bisa memiliki kemampuan untuk menghancurkan sel-sel dalam tubuh. Sementara itu neurotoksin bekerja dengan cara melumpuhkan saraf.

"Yang paling berbahaya itu neurotoksin karena dia mematikan saraf. Orang bisa meninggal karena gagal pernapasan," kata dr Wisnu pada detikHealth.

"Jadi itu biasanya neurotoksin. Otot-otot paralisis kemudian menyebar ke otot napasnya yang paralisis lumpuh makanya sesak. Meninggalnya karena itu," lanjut dr Wisnu.



Simak Video "Benarkah Penderita Maag Tidak Boleh Minum Air Dingin?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)