Minggu, 25 Agu 2019 10:09 WIB

Permak Payudara Masih Mendominasi Tren Bedah Plastik

Rosmha Widiyani - detikHealth
Duo Semangka. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT Duo Semangka. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Pertanyaan yang kerap terlontar pada pemilik ukuran payudara yang relatif besar adalah, buah dadanya asli atau implan? Salah seorang personel Duo Semangka, Variola May, mengakui hal itu. Menurutnya, banyak yang menanyakan payudaranya asli atau hasil injeksi silikon.

Variola dengan tegas menyebut buah dadanya asli. Namun faktanya, prosedur memperbesar ukuran payudara memang menjadi tren yang hingga kini masih cukup diminati.

Menurut dokter ahli bedah plastik Dr dr Fonny Josh SpBP-RE(K), tren memperbesar ukuran payudara dari tahun ke tahun masih cukup mendominasi dibanding tindakan lain.

"Dari kasus yang saya tangani, tindakan pembesaran payudara mencapai 60-70 persen. Ngecilin payudara ada juga tapi sekitar 5 persen. Yang lain adalah membesarkan dan mengencangkan payudara, yang biasanya diminta wanita yang telah hamil dan menyusui sehingga organ tersebut tidak kencang lagi," kata dr Fonny dalam perbincangan dengan detikHealth, Sabtu (25/8/2019).


Tindakan pembesaran payudara biasanya diminta perempuan usia muda yang belum menikah. Menurut dr Fonny alasan utamanya adalah untuk kecantikan dan menambah daya tarik seksualitas.

Dengan prosedur yang tepat, pembesaran payudara tidak berisiko bagi kesehatan wanita. Tindakan tersebut juga tidak mempengaruhi kemampuannya menyusui di masa mendatang. Namun tindakan harus dilakukan ahli yang kompeten, supaya hasilnya proporsional dengan bagian tubuh lain dan terlihat alami.






Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)