Senin, 26 Agu 2019 07:37 WIB

Round Up

Tren Memperbesar Payudara, Banyak Dicibir Tapi Banyak Juga Peminatnya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Duo Semangka. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT Duo Semangka. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Punya payudara besar menjadi hal dilematis bagi wanita, karena kerap ditanya apakah asli atau buatan. Salah satu personel Duo Semangka, Variola May, juga mengalaminya. Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan tersebut, meski sudah ditegaskan bahwa ia tidak menyuntikkan silikon.

Faktanya, tren memperbesar payudara memang menjadi tren 'abadi' di kalangan dokter bedah plastik. Menurut Dr dr Fonny Josh SpBP-RE(K), tren memperbesar ukuran payudara dari tahun ke tahun masih cukup mendominasi dibanding tindakan lain.

"Dari kasus yang saya tangani, tindakan pembesaran payudara mencapai 60-70 persen. Ngecilin payudara ada juga tapi sekitar 5 persen. Yang lain adalah membesarkan dan mengencangkan payudara, yang biasanya diminta wanita yang telah hamil dan menyusui sehingga organ tersebut tidak kencang lagi," kata dr Fonny dalam perbincangan dengan detikHealth.


Kecantikan dan daya tarik seksual menjadi alasan utama wanita mengkoreksi ukuran payudara. Menurut dr Fonny, memperbesar payudara harus dilakukan tenaga ahli yang kompeten supaya hasilnya proporsional.

Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan lebar dada, lingkar bahu, dan diameter antara tulang belikat hingga tepi bawah yang disebut diameter payudara. Dengan pertimbangan ini, wanita tidak perlu merasa pegal dengan payudara yang besar dan bisa terlihat seksi.

"Kalau terlalu besar bisa keliatan nyatu, jadinya tidak terlalu baik untuk penampilan wanita. Terlihat tidak alami dan tak sesuai proporsi tubuh. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan ukuran payudara," kata dr Fonny.


Pertimbangan tersebut juga mencegah payudara terlihat terlalu besar, sehingga terlihat tidak alami. Bagi wanita yang memilih operasi plastik untuk mengkoreksi payudara, dr Fonny memgingatkan selalu pakai korset dan pijat rutin selama 6 bulan usai tindakan.

Rutin pijat mencegah implan yang digunakan dalam prosedur pembesaran payudara terkumpul di posisi tertentu. Akibatnya payudara terlihat seperti jatuh atau melorot di satu posisi, sehingga tidak terlihat seksi dan menarik. Pijat dilakukan supaya bentuk payudara terlihat natural.

Selain memperbesar, dalam beberapa kasus wanita memilih payudara yang lebih kecil. Menurut dr Fonny, tindakan memperkecil dipilih wanita yang merasa pegal dan nyeri punggung akibat beban berat dari payudara besar.

Sama seperti memperbesar ukuran, dr Fonny mengingatkan memperkecil payudara juga harus dilakukan tenaga ahli profesional. Upaya ini menurunkan risiko kesehatan dan memungkinkan payudara terlihat alami sesuai proporsi tubuh wanita.





Simak Video "Mengapa Operasi Plastik Hasilnya Kadang Tak Memuaskan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)