Selasa, 27 Agu 2019 11:20 WIB

Diberi Pencahar untuk Sembelit, Bocah 3 Tahun Meninggal Karena Kanker Usus

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi anak meninggal karena kanker usus. Foto: Thinkstock
Jakarta - Suatu hal yang wajar jika sembelit dialami oleh anak-anak. Namun tanpa disadari, sembelit yang dialami bocah tiga tahun asal Kent, Inggris, Francesca Sio, merupakan tanda dari penyakit mematikan.

Sio meninggal empat hari setelah dokter memulangkannya, dan menyebutnya terkena serangan jantung. Namun sebuah post mortem mengungkapkan petugas medis menemukan tumor sebesar 5 cm yang menyebabkan penyumbatan di usus Sia.

Setelah kematiannya, orang tua Sia, John dan Lorraine kemudian diberitahu seorang dokter senior bahwa Sia mengalami hal yang sangat jarang terjadi. Secara teknis, Sia bukan meninggal karena serangan jantung, melainkan karena kanker usus.

"Itu membuat kami merasa sangat marah," ungkap John dikutip dari The Sun.



Awalnya John membawa Sia ke dokter karena demam yang tak kunjung membaik serta sulit buang air besar atau sembelit. Dokter itu hanya memberikan resep obat pencahar dan memulangkan Sia begitu saja.

Sayangnya, enam hari kemudian, kondisi Sia semakin parah. Dibawa kembali ke rumah sakit lain, namun dokter juga mendiagnosis Sia dengan sembelit. Seorang perawat memberikan supositoria atau obat padat yang dimasukkan ke dubur, namun tidak bekerja dengan baik.

Sia kembali ke rumah dengan resep obat pencahar lagi. Tetapi beberapa hari kemudian, ia meninggal karena ada gumpalan darah terkait dengan kanker yang sudah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru.

"Kami merasa bahwa pada setiap titik ia dikecewakan oleh para profesional medis yang bersentuhan dengan kami. Kami percaya Sia menunjukkan gejala yang dilihat oleh sejumlah dokter yang terlalu optimis, bukannya dengan hati-hati, yang berarti tes diagnostik penting tidak dilakukan," tutur John.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)