Rabu, 28 Agu 2019 14:13 WIB

Terinfeksi Virus Langka yang disebut EEE, Wanita Ini Meninggal Dunia

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi meninggal dunia karena terinfeksi virus mematikan dan langka. Foto: Thinkstock Ilustrasi meninggal dunia karena terinfeksi virus mematikan dan langka. Foto: Thinkstock
Jakarta - Seorang wanita asal Massachusetts, Amerika Serikat meninggal dunia pada awal Agustus dan dikabarkan terinfeksi virus mematikan yang cukup langka, yaitu virus Eastern equine encephalitis (EEE).

Dikutip dari CNN, Laurie Sylvia disebut menjadi orang keempat yang terinfeksi virus mematikan itu. Ia terinfeksi melalui nyamuk yang menyebabkan pembengkakan otak.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC), infeksi EEE merupakan infeksi yang langka namun mematikan. Setidaknya ada 5 dari 10 orang yang dilaporkan terjangkit infeksi ini setiap tahunnya, tetapi sekitar 30 persen kasus dalam kategori fatal.



Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan otak yang diawali dengan gejala mirip flu, seperti demam tinggi, kedinginan, dan mual. Kasus yang parah dapat menyebabkan kejang atau koma yang bahkan dapat menyebabkan kerusakan otak.

Ahli epidemiologi, Catherine Brown mengatakan bahwa saat suhu yang lebih hangat dan curah hujan di atas rata-rata memungkinkan percepatan replikasi virus pada nyamuk, yang akhirnya dapat meningkatkan kasus infeksi EEE.

"Burung-burung yang bermigrasi mungkin juga telah menyebarkan jenis virus baru, meskipun tes laboratorium belum membuktikan dengan jelas," katanya.



Simak Video "Kenali Gejala dan Waspada Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)