Rabu, 28 Agu 2019 16:13 WIB

Jorok! 45 Persen Warga Amerika Ngaku Tak Ganti Celana Dalam Sampai 2 Hari

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi celana dalam. (Foto: thinkstock) Ilustrasi celana dalam. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sama seperti menyikat gigi atau mandi, mengganti pakaian dalam setiap hari adalah sebuah keharusan untuk memastikan higienitasnya. Jarang mengganti pakaian dalam bisa menyebabkan penyakit seperti iritasi dan gatal di area vagina.

Jika kamu berpikir semua orang pasti mengganti celana dalam tiap hari, sebuah riset menunjukkan angka yang sangat mengejutkan tentang kebiasaan ini. Sebuah survey yang dilakukan oleh perusahaan pakaian dalam melaporkan 45 persen warga Amerika mengaku mengenakan celana dalam yang sama selama dua hari berturut-turut atau lebih.

Perusahaan yang bernama Tommy John menyurvei sekitar 2.000 pria dan wanita tentang berapa lama mereka mengenakan pakaian dalam mereka serta berapa lama mereka menyimpan pakaian dalamnya.

"Karena kebersihan mengenai pakaian dalam selalu dijaga rapat-rapat, kami ingin tahu kebiasaan orang Amerika dan cara mereka menangani celana dalam kotor," tulis survey tersebut dikutip dari Fox TV.


Saat peneliti menganalisa 1.000 orang pertama, 45 persen dari orang yang disurvei mengaku mengenakan celana dalam yang sama hingga beberapa hari sementara 13 persen lainnya memakai pakaian dalam yang sama selama seminggu bahkan lebih.

Dari 13 persen tersebut, tampaknya pria 2,5 kali lebih mungkin tidak mengganti celana dalam daripada wanita. Selain itu, survey juga menemukan 20 persen pria dan 8 persen wanita yang tidak mengganti celana dalam mereka lebih dari seminggu.

Para peneliti kemudian menyurvei 1.000 orang yang berbeda tentang celana dalam tertua mereka dan menemukan 46 persen di antaranya tidak membeli celana dalam baru selama setahun lebih.

Kemudian 38 persen lainnya menyatakan mereka tidak tahu berapa usia celana dalam mereka yang tertua. "Seiring waktu, pakaian dalam menumpuk berbagai jenis mikroorganisme," tulis survey tersebut.

Dari semuanya, hanya 16 persen yang mengatakan pakaian dalam tertua mereka berusia kurang dari satu tahun. Survei menunjukkan bahwa orang menyimpan cukup banyak pakaian dalam selama dua minggu, yaitu 14 pasang.

Peneliti menyarankan agar mengganti pakaian dalam setiap hari dan membeli celana dalam baru setiap enam bulan hingga satu tahun. Jika tidak, celana dalam lama akan menumpuk bakteri yang menyebabkan infeksi ragi atau infeksi saluran kemih.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)