Kamis, 29 Agu 2019 16:46 WIB

Jadi Duta ASI, Istri Anies Baswedan Singgung Pisang dan Air Tajin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Masih adakah yang kasih pisang ke bayi di bawah 6 bulan? (Foto: iStock) Masih adakah yang kasih pisang ke bayi di bawah 6 bulan? (Foto: iStock)
Jakarta - Menyusui menjadi masa yang paling berharga untuk ibu maupun anak. Dalam program pemberian ASI Eksklusif, bukan hanya ibu dan ayah, kakek dan nenek pun sangat berperan di dalamnya.

Dalam hal ini, istri dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Fery Farhati Ganis sangat mendukung peran kakek nenek di masa pemberian ASI eksklusif.

"Peran kakek dan neneknya itu harus mendukung. Sebisa mungkin, mereka mendukung ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya di 2 tahun pertama," kata Ferry yang ditemui dalam kegiatan Deklarasi Komunitas Nenek-Kakek Pendukung ASI di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019).

Baca juga:

Menurut Fery, kakek dan nenek pun harus mulai belajar lagi hal apa saja yang pada jamannya dilakukan dan sebenarnya tidak baik untuk di terapkan saat ini.

"Kakek dan nenek juga harus mulai mencari pengetahuan lagi. Apa yang diketahui dulu, belum tentu bisa diterapkan sekarang. Contoh, dulu kalau anak rewel di kasih air tajin atau disuapin pisang yang sebenarnya tidak diperbolehkan," jelasnya.

Fery menyarankan, jika memang bayi sudah masuk dalam tahapan perlu makanan pendamping ASI (MPASI), sebisa mungkin hasil dari buatan sendiri.

"Kalau anak sudah masuk diumur yang membutuhkan MPASI, diusahakan jangan kasih yang buatan pabrik, bisa saja tidak sehat. Lebih baik, buat sendiri, lebih bagus dan bisa dijaga kebersihannya. Mudah-mudahan kedepannya bisa kita jalankan dengan baik," ujarnya.




Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)