Jumat, 30 Agu 2019 05:00 WIB

Drama Ibu Bekerja: Bolak-balik ke Eropa, Bayi Masih Menyusu Dititip ke Ibu

Kintan Nabila - detikHealth
Sering dinas ke luar negeri tak jadi halangan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif (Foto: iStock) Sering dinas ke luar negeri tak jadi halangan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif (Foto: iStock)
Jakarta - Sebagai ibu menyusui yang sering dinas kerja di luar negeri, Asri tentu kerap merasa cemas bayinya bakal sukses mendapat ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif selama 6 bulan. Tapi ternyata yang ia cemaskan tidak terjadi, ada banyak cara untuk mengatasi segala hambatan.

"Pada saat menyusui, saya harus melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Di sana bisa dengan leluasa memerah ASI bahkan kantor menyediakan tempat khusus penyimpanan ASIP (ASI Perah)," katanya saat ditemui detikHealth di gedung Balai Kota Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Asri menyimpan stok ASIP nya di cooler box untuk dibawa ke Indonesia. Ia merasa tak ada halangan apapun dengan penerbangan selama 16 jam, karena ibu menyusui disediakan ekstra bagasi untuk membawa stok ASIP-nya. Meskipun pada awalnya ia mengatakan, sempat merasakan tekanan dari sekitar.

"Sempet ada kekhawatiran dari sekitar, bagaimana nanti? Takutnya anaknya jadi bingung puting. Banyak juga yang bilang, udah pake dot aja biar gampang," katanya.



Ia menambahkan, hal ini tergantung bagaimana kesabaran orang tua memberikan ASIP dengan media yang dianjurkan, yaitu tanpa dot.

"Tiga minggu bayi saya diberi asip tanpa dot, dan tidak ada masalah apapun. Jadi anak saya di usia 6 bulan sudah bisa minum ASIP pakai gelas," katanya.

keberhasilan menyusui bukan hanya dari ibu, bayi dan ayahnya saja tapi juga ada peran nenek kakek. Asri mengatakan hal ini tak lepas dari dukungan ibunya. Sebagai nenek, Dewi mewajibkan anak-anaknya untuk menyusui.

"Anak saya ini sering keluar negeri, saya bilang enggak ada yang enggak mungkin apalagi sekarang teknologi sudah canggih. Bagaimana caranya 3 minggu di Jerman di Swiss tapi tetep kasih ASI. Saya rasanya nggak ikhlas kalau cucu minum susu kaleng," pungkasnya.



Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)