Jumat, 30 Agu 2019 09:10 WIB

IDI Sarankan Kebiri Kimia Bukan jadi Hukuman, Tapi Rehabilitasi

Widiya Wiyanti - detikHealth
IDI tolak jadi eksekutor kebiri kimia. Foto: Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih. (Arief-detikcom)
Jakarta - Kontroversi soal hukuman tambahan untuk predator anak di Mojokerto, Muhammad Aris yang berupa kebiri kimia masih cukup ramai diperbincangkan hingga kini. Pasalnya, Ikatan Dokter Indonesia menolak menjadi eksekutor kebiri kimia ini karena norma etik.

IDI melalui Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Daeng Muhammad Faqih mengatakan bahwa kebiri kimia dalam bentuk hukuman sudah banyak ditinggalkan di negara-negara lain. Sementara itu, kebiri kimia yang diterapkan berupa sebuah rehabilitasi yang dilakukan secara komprehensif.

"Kalau hukuman tidak ada ukuran sembuh atau tidak, kalau rehabilitasi endingnya sembuh. Kalau hukuman itu nanti kelar ya dilepas ke masyarakat belum tentu sudah sembuh, tapi kalau rehabilitasi pasti sampai dia dikatakan sembuh baru dilepas," ujarnya saat ditemui detikHealth di kantor pusat PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019).


dr Daeng menambahkan, tidak semua pelaku kejahatan seksual semata-mata dipengaruhi oleh faktor hormonal atau libido yang tinggi. Ada pula pelaku yang memiliki gangguan kejiwaan, di mana gangguan itu juga sebenarnya harus diobati.

"Kalau orang sakit jiwa dikasih hormonnya (kebiri kimia -red) dan merasa tersiksa sakit jiwanya, bukan sembuh malah bisa tambah parah. Yang ditakutkan para ahli dia malah lebih buas, lebih membahayakan ketika dilepas ke masyarakat," jelasnya.

Soal kebiri kimia dalam bentuk rehabilitasi ini, IDI sudah memberi masukan pada peraturan pelaksanaannya. Namun hingga kini, kebiri kimia masih ditetapkan dalam bentuk hukuman.

Dalam bentuk rehabilitasi, dr Daeng menyebut para pelaku kejahatan seksual di negara lain justru suka rela untuk dikebiri kimia karena merasa sadar bahwa mereka membutuhkan bantuan. dr Daeng juga yakin, jika kebiri kimia dalam bentuk rehabilitasi dapat membantu menyembuhkan segala macam gangguan yang diidap.

Selengkapnya tentang sikap IDI terkait kebiri kimia, simak dalam program Blak-blakan hari ini.



Simak Video "Blak-blakan IDI: Kebiri, Hukuman Atau Rehabilitasi?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)