Sabtu, 31 Agu 2019 17:00 WIB

Jangan Disepelekan! 3 Kondisi Ini Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Gejala gangguan jantung kerap menyerupai penyakit lain. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Gangguan jantung tak harus ditandai sakit atau sensasi sesak di dada kiri. Dalam beberapa kasus, gangguan tak punya gejala khas hingga pasien terlanjur kehilangan nyawa.

"Ada yang merasa masuk angin atau maag nggak tahunya kena serangan jantung. Yang penting hati-hati jika gangguan masih dirasakan meski sudah minum obat. Misal segera ke dokter supaya bisa mencegah atau menangani serangan selanjutnya," kata dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A Damay, SpJP(K), MKes, FIHA, FICA pada acara Road To World Heart Day 2019, Sabtu (31/8/2019).


Berikut 3 kondisi yang wajib diwaspadai sebagai gejala gangguan jantung, jika tak kunjung sembuh setelah minum obat:

1. Dikira masuk angin

Masuk angin merujuk pada kondisi badan kurang fit, yang kadang disertai pegal dan rasa tidak nyaman lain. Masuk angin biasanya membaik dengan istirahat, pijat, pakai minyak gosok, atau kerokan.

"Wajib waspada jika masuk angin ini tak juga hilang setelah minum obat. Apalagi disertai sesak seperti dihimpit benda berat, kebas di tangan kiri, keringat dingin, dan tanda lainnya. Segera ke rumah sakit karena bisa saja menandai serangan jantung," kata dr Vito.

2. Sakit maag nggak sembuh-sembuh

Lambung terletak di bawah dan dekat dengan jantung. Menurut dr Vito, hal inilah yang mengakibatkan masyarakat umum kerap salah mengira nyeri yang dialaminya. Apalagi jika nyeri berasal dari areal kiri bawah yang dekat lambung.

"Jika sudah minum obat asam lambung atau gangguan maag lain tapi nggak sembuh-sembuh, sebaiknya segera ke dokter. Bisa jadi serangan jantung yang harus segera ditangani supaya pasien punya peluang kembali sehat lebih besar," kata dr Vito.

3. Deg-degan

Deg-degan tak selalu menandai gejala gangguan jantung. Dalam beberapa kasus, deg-degan menjadi respon atas rasa gugup atau nervous. Deg-degan yang terjadi pada dua kasus tersebut sangat berbeda.

"Deg-degan karena nervous terjadi dengan irama lebih cepat namun teratur. Sedangkan pada gangguan jantung, irama deg-degan tidak teratur yang disebut aritmia. Jika deg-degan yang terjadi cenderung tidak teratur, sebaiknya segera ke dokter untuk memeriksakan diri," kata dr Vito.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)