Paparan Cahaya Intens Bisa Cegah Risiko Serangan Jantung

Paparan Cahaya Intens Bisa Cegah Risiko Serangan Jantung

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 01 Sep 2019 16:26 WIB
Paparan Cahaya Intens Bisa Cegah Risiko Serangan Jantung
Sering terpapar cahaya matahari bisa menjauhkanmu dari risiko serangan jantung. Foto: shutterstock
Jakarta - Para peneliti dari University of Colorado Anschutz Medical Campus telah menemukan bahwa paparan cahaya dalam jumlah besar dapat menguatkan gen tertentu yang baik bagi pembuluh darah dan menawarkan perlindungan terhadap serangan jantung.

"Kami sudah tahu bahwa cahaya yang kuat dapat mencegah serangan jantung, sekarang kami menemukan mekanisme dibaliknya," Tobias Eckle, MD, PhD, profesor anestesiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Colorado, dikutip dari Science Daily.

Untuk mengetahuinya, para peneliti mengembangkan strategi perlindungan jantung. Mereka menggunakan cahaya intens untuk menargetkan dan memanipulasi fungsi gen PER2, gen yang menawarkan perlindungan bagi jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gen ini diekspresikan dalam pola sirkadian otak yang mengendalikan ritme sirkadian atau pola bangun dan tidur. Dengan memperkuat gen ini melalui paparan cahaya, mereka menemukan bahwa cahaya mampu melindungi jaringan kardiovaskular terhadap kondisi oksigen rendah.


Selain itu, peneliti juga menemukan peningkatan pada adesonin, bahan kimia yang berperan dalam pelancaran aliran darah di jantung.

Peneliti memaparkan peserta pada cahaya intens selama 30 menit dengan kapasitas 10.000 LUX atau lumen 5 hari berturut-turut. Hasilnya, terapi cahaya meningkatkan kadar PER2. Di sisi lain, trigliserida plasma atau kepekaan insulin dan metabolisme karbohidrat menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Peristiwa paling dramatis dalam sejarah bumi adalah kedatangan sinar matahari. Sinar matahari menyebabkan peristiwa oksigenasi yang hebat," tambahnya.

Studi ini menunjukkan terapi cahaya intensif pada tingkat molekuler menawarkan strategi yang menjanjikan dalam mengobati atau mencegah kondisi oksigen rendah seperti iskemia miokard.




(kna/frp)

Berita Terkait