Senin, 02 Sep 2019 12:08 WIB

5 Tips Mengatasi Baby Blues, Sindrom Ibu-ibu Sehabis Melahirkan

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Depresi dan sindrom baby blues kerap menghantui ibu melahirkan (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang ibu di Bandung membunuh bayinya yang berusia 3 bulan dengan pisau dapur pada Minggu (1/9/2018). Dikutip dari detikNews, belum diketahui kronologi maupun penyebab pembunuhan itu terjadi.

Dalam beberapa kasus, seorang ibu bisa melakukan perbuatan nekat karena sindrom baby blues. Tak hanya menyakiti atau bahkan membunuh anak sendiri, seorang ibu dengan baby blues syndrome juga bisa menusuk suaminya sendiri seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Ibu yang baru melahirkan dapat merasakan sindrom baby blues karena perubahan hormon. Akibatnya adalah ibu menjadi kurang percaya diri, enggan memperhatikan si bayi, dan mudah tersinggung.

Jika terus berlanjut, baby blues bisa bertambah parah menjadi postpartum depression. Di tahap inilah ibu bisa menyakiti bayinya.



Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan ibu pascamelahirkan untuk mengatasi baby blues, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Minta Bantuan dan Terima Bantuan
Sang ibu tidak hanya bertugas mengurus bayi saja. Ada banyak pekerjaan rumah yang kerap terbengkalai jika tak ada yang mengurusi. Mintalah bantuan dari keluarga atau asisten rumah tangga untuk membantu Anda.

2. Atur Temperamen
Pikirkan bagaimana Anda menghadapi saat emosi marah datang. Kenali apakah diri Anda tipe yang perlu menyendiri atau menyalurkan energi dengan bersosialisasi dengan orang lain. Beritahu orang sekitar apapun yang sedang dibutuhkan.



3. Buat Self-care Bag
Gunakan tas untuk menampung barang-barang yang bisa mengatasi stres, seperti buku, cokelat, CD musik favorit, buku, puzzle, dan sebagainya, lalu ambil saat baby blues menyerang.

4. Dukungan Mental dan Fisik
Sang ibu harus mendapat asupan gizi yang seimbang serta pemeriksaan teratur. Dukungan dari sisi mental meliputi berpikir positif dan ungkapan-ungkapan yang membantu ibu relaksasi. Selain itu, dukungan dari keluarga dan persiapan finansial juga akan membuat ibu lebih percaya diri. Dukungan tersebut mampu mencegah ibu merasa khawatir tidak bisa melahirkan atau membesarkan anak dengan baik.

5. Jalin Komunikasi
Selama dan usai masa kehamilan, komunikasi antara istri dan suami harus terjalin dengan baik. Komunikasi yang intens membuat istri tidak ragu meminta bantuan, terlebih saat melewati masa adaptasi menjadi ibu.



Simak Video "Tim UNPAD dan ITB Tunjukkan 3 Alat Pendeteksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)