Senin, 02 Sep 2019 14:55 WIB

Kecelakaan Maut di Cipularang, Waspada Gangguan Stres Pascatrauma

Firdaus Anwar - detikHealth
Waspada trauma psikologis usai kecelakaan. (Foto: Dian Firmansyah)
Jakarta - Belasan mobil terlibat tabrakan beruntun di ruas Tol Cipularang KM 91 pada Senin (2/9/2019). Data sementara dari polisi menyebut ada enam orang meninggal dan delapan terluka.

Terkait hal tersebut ahli kejiwaan dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik Omni Hospitals Alam Sutera pernah menyebut bahwa kecelakaan bisa jadi peristiwa traumatis bagi penyintasnya. Ia mengimbau agar orang-orang waspada terhadap reaksi stres yang rentan jadi gejala gangguan stres pascatrauma.

Beberapa contoh gejalanya seperti teringat dengan kejadian, mimpi buruk, jantung berdebar, sesak nafas dan gangguan lambung.


"Setelah kejadian maka orang yang mengalami kecelakaan bisa mengalami gejala-gejala stres akut (segera) yang biasa dikenal dalam dunia psikiatri sebagai reaksi stres akut," kata dr Andri beberapa waktu lalu.

"Dalam kurun waktu sebulan sejak peristiwa terjadi beberapa orang keluhannya berkurang sampai tidak ada lagi. Namun beberapa di antara lainnya bisa berlanjut ke arah gangguan stres pascatrauma yang bisa berlangsung lebih lama dan mengganggu kehidupan orang tersebut," lanjutnya.

Bila ada penyintas kecelakaan mengalami beberapa gejala di atas dr Andri menyarankan agar segera berkonsultasi ke psikolog atau psikiater.



Simak Video "Studi Sebut Pasien Sembuh Corona Alami Gangguan Kejiwaan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)