Senin, 02 Sep 2019 17:45 WIB

4 Tewas Terpanggang dalam Kecelakaan Cipularang, Ini Dampak Fatal Luka Bakar

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Petugas memadamkan api dari kendaraan yang kecelakaan di tol Cipularang. (Foto: Dian Firmansyah) Petugas memadamkan api dari kendaraan yang kecelakaan di tol Cipularang. (Foto: Dian Firmansyah)
Jakarta - Kecelakaan beruntun yang terjadi di Km 91 Tol Purbaleunyi (Cipularang) arah Jakarta menyebabkan delapan korban luka berat dan korban tewas sejumlah sembilan orang. Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan empat korban meninggal di antaranya karena terbakar. Sisanya akibat benturan.

Luka bakar bisa berakibat sangat fatal bagi tubuh. Berikut beberapa mekanisme yang dapat menyebabkan korban meninggal.

1. Gangguan pernapasan

Luka bakar mampu menyebabkan cedera inhalasi, seperti bengkak pada saluran napas. Cedera pernapasan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada peristiwa kebakaran. Saat hawa panas terhirup korban, cedera pada saluran napas bagian atas dapat muncul. Partikel karbon juga dapat memicu munculnya jelaga yang memicu refleks penyempitan saluran napas.

2. Syok hipovolemik

Kehilangan cairan secara masif merupakan salah satu dampak sistemik luka bakar yang mematikan. Kulit merupakan lapisan pelindung utama yang berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar berdampak pada syok hipovolemik yang mematikan.

3. Keracunan asap

Mobil yang terbakar dapat menghasilkan gas-gas beracun yang bisa menjadi penyebab kematian korban jika terpapar. Salah satu gas beracun adalah karbonmonoksida (CO) yang dapat mengikat hemoglobin dalam darah. Akibatnya, oksigen tidak punya cukup ruang di sistem pernapasan. Bersama hemoglobin, CO akan membentuk senyawa karboksihemoglobin (HbCO). Pada kadar di atas 70 persen, senyawa tersebut bisa berakibat fatal.

Senyawa beracun lainnya adalah hidrogen sianida (HCN) yang berbentuk gas. Material plastik dan karet yang terbakar juga memicu gas aldehida yang beracun.

Simak Video "Buka Lowongan! Penguji Ganja Profesional Dibayar Rp 500 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)