Senin, 02 Sep 2019 17:48 WIB

Tentang Penyakit Autoimun yang Diderita Raditya Dika

Lusiana Mustinda - detikHealth
Penyakit autoimun. Foto: ilustrasi/thinkstock Penyakit autoimun. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Raditya Dika melalui channel YouTubenya mengumumkan kalau dirinya mengidap penyakit autoimun. Sehingga rutin cek kesehatan ke Singapura. Berikut jenis-jenis penyakit autoimun.

Disebut mengidap penyakit autoimun, Raditya dika harus setahun sekali cek kesehatan ke Singapura. Jadi, apa itu penyakit autoimun? Penyakit autoimun adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan aktivitas tidak normal atau berlebihan pada sistem kekebalan tubuh.

Penyakit ini dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan virus atau bakteri sehingga dapat menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi. Penyakit autoimun terjadi karena beberapa penyebab seperti genetik, lingkungan, perubahan hormon, hingga infeksi.

Hingga kini, belum diungkap jenis penyakit autoimun yang diderita oleh Raditya Dika. Tercatat ada 80 hingga 100 jenis penyakit autoimun dengan sebagian gejala yang sama dan ada juga yang berbeda.

Berikut ini beberapa jenis penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh:

1. Lupus

Lupus merupakan kondisi dimana tubuh mengembangkan antibodi autoimun yang dapat menempel pada jaringan di seluruh tubuh seperti sendi, paru-paru, sel darah, saraf dan ginjal.

Pengidap lupus, sel darah putihnya akan menyerang tubuhnya sendiri sehingga sering disebut dengan autoimun. Penyakit ini membutuhkan terapi jangka panjang.
2. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis atau radang sendi adalah peradangan kronis pada sendi yang bisa menghancurkan jaringan persendian dan bentuk tulang. Jika penyakit autoimun yang bila tidak diobati dengan baik akan mengalami cacat permanen.

Pengobatan penyakit autoimun yang satu ini biasanya dilakukan dengan obat oral atau injeks yang bertujuan untuk mengurangi aktivitas dari sistem kekebalan tubuh itu sendiri.

3. Psoriasis

Disebut juga sebagai penyakit autoimun kulit. Pada pengidap penyakit autoimun psoriasis sel-sel darah sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif yang disebut sel-T berkumpul di kulit.

Aktivitas sistem kekebalan merangsang sel-sel kulit untuk bereproduksi dengan cepat, dan menghasilkan plak bersisik atau berwarna perak pada kulit.

4. Myasthenia gravis (MG)

Myasthenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun yang cukup langka dan biasanya dipicu karena ada kelainan pada saraf dan otot. Bagian tersebut merupakan tempat di mana saraf mengirim sinyal ke otot untuk bergerak tapi hal ini tak terjadi karena imunitas menyerang reseptor atau penerima sinyal.

Akibatnya tubuh pasien MG akan sulit mengendalikan otot-ototnya termasuk juga otot pernapasan yang vital.

5. Diabetes melitus tipe 1

Berbeda dengan diabetes tipe 2, ternyata diabetes melitus tipe 1 ini merupakan penyakit autoimun. Pengidap penyakit diabetes melitus tipe 1, antibodi sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Seseorang dengan diabetes tipe 1 ini memerlukan suntikan insulin untuk bertahan hidup.

6. Penyakit Graves

Penyakit Graves, penyakit autoimun terjadi karena sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk melepaskan kelebihan hormon tiroid ke dalam darah (hipertiroidisme). Gejala penyakit Graves dapat berupa mata melotot serta penurunan berat badan, gugup, lekas marah, detak jantung yang cepat, kelemahan, dan rambut rapuh.

7. Vaskulitis

Vaskulitis ialah penyakit yang disebabkan sistem kekebalan tubuh yang menyerang dan merusak pembuluh darah dalam kelompok penyakit autoimun. Penyakit ini bisa memengaruhi organ apa pun dan gejalanya sangat bervariasi.



Simak Video "Benarkah Penderita Maag Tidak Boleh Minum Air Dingin?"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)