Jakarta -
Tangan, jari, dan kuku merupakan bagian tubuh yang juga mampu memberikan sinyal soal kesehatan tubuh. Karena kadang beberapa kondisi kesehatan tak menimbulkan gejala, kita cenderung mengabaikannya.
Mulai dari genggaman, warna kuku, bahkan bentuk jari bisa menunjukkan kondisi kesehatan tubuh yang tidak kamu ketahui. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah tanda-tandanya:
Genggaman kuat = jantung sehat
Foto: thinkstock
|
Kekuatan genggaman bisa menjadi indikasi seberapa sehat jantungmu, menurut sebuah studi tahun 2018 di jurnal PLOS ONE. Genggaman yang kuat dikaitkan dengan fungsi jantung yang baik dan tidak dalam keadaan stres. Kamu bisa mencobanya dengan menggenggam stress ball atau bola berukuran 5-10 cm, jika kamu bisa menggenggamnya dengan kuat, tanda jantungmu dalam keadaan sehat.
Genggaman lemah = umur pendek
Foto: iStock
|
Sebaliknya, genggaman tangan yang lemah bisa mengindikasikan adanya penyakit. Dalam sebuah studi yang diujikan pada setengah juta pria dan wanita paruh baya, mereka yang memiliki genggaman lemah punya peningkatan risiko kematian karena penyakit jantung dan pernapasan dan kanker sebanyak 20 persen. Kekuatan tangan merupakan penanda kencangnya otot di kaki dan tangan dan juga bisa terkait dengan nutrisi tubuh secara keseluruhan.
Genggaman baik = otak bagus
Foto: Thinkstock
|
Saat kamu menggenggam dan baik dan kuat, bisa juga tanda dari kemampuan kognitifmu yang baik. Dalam studi tahun 2018, orang yang memiliki genggaman yang baik dan kuat memiliki memori yang bekerja dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah dengan cepat.
Ujung jari membesar = penyakit pernapasan
Foto: iStock
|
Jika kamu melihat ujung jarimu membesar dan tak normal, tandanya ada masalah dalam pernapasanmu. Kondisi ini disebut clubbed nail, yang disebabkan adanya peningkatan jaringan di sekitar ujung jari di mana kuku melengkung. Kondisi ini karena rendahnya oksigen dalam darah, yang bisa mengindikasikan adanya penyakit paru.
Suka gigit jari = OCD
Foto: Ilustrasi/thinkstock
|
Suka mengggigit jari rupanya bukan sekedar kebiasaan jelek. Apalagi jika sering digigit hingga berdarah dan menyentuh daging dalamnya, maka ini adalah tanda bahaya harus menemui ahli kejiwaan. Menggigit kuku mungkin akan terasa tidak bisa dikendalikan dan bisa jadi salah satu tanda dari spektrum gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Penanganannya bisa termasuk memberikan zat-zat pahit untuk menghentikan keinginan menggigit dan juga pengobatan.
Kekuatan genggaman bisa menjadi indikasi seberapa sehat jantungmu, menurut sebuah studi tahun 2018 di jurnal PLOS ONE. Genggaman yang kuat dikaitkan dengan fungsi jantung yang baik dan tidak dalam keadaan stres. Kamu bisa mencobanya dengan menggenggam stress ball atau bola berukuran 5-10 cm, jika kamu bisa menggenggamnya dengan kuat, tanda jantungmu dalam keadaan sehat.
Sebaliknya, genggaman tangan yang lemah bisa mengindikasikan adanya penyakit. Dalam sebuah studi yang diujikan pada setengah juta pria dan wanita paruh baya, mereka yang memiliki genggaman lemah punya peningkatan risiko kematian karena penyakit jantung dan pernapasan dan kanker sebanyak 20 persen. Kekuatan tangan merupakan penanda kencangnya otot di kaki dan tangan dan juga bisa terkait dengan nutrisi tubuh secara keseluruhan.
Saat kamu menggenggam dan baik dan kuat, bisa juga tanda dari kemampuan kognitifmu yang baik. Dalam studi tahun 2018, orang yang memiliki genggaman yang baik dan kuat memiliki memori yang bekerja dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah dengan cepat.
Jika kamu melihat ujung jarimu membesar dan tak normal, tandanya ada masalah dalam pernapasanmu. Kondisi ini disebut clubbed nail, yang disebabkan adanya peningkatan jaringan di sekitar ujung jari di mana kuku melengkung. Kondisi ini karena rendahnya oksigen dalam darah, yang bisa mengindikasikan adanya penyakit paru.
Suka mengggigit jari rupanya bukan sekedar kebiasaan jelek. Apalagi jika sering digigit hingga berdarah dan menyentuh daging dalamnya, maka ini adalah tanda bahaya harus menemui ahli kejiwaan. Menggigit kuku mungkin akan terasa tidak bisa dikendalikan dan bisa jadi salah satu tanda dari spektrum gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Penanganannya bisa termasuk memberikan zat-zat pahit untuk menghentikan keinginan menggigit dan juga pengobatan.
(frp/fds)