Selasa, 03 Sep 2019 07:02 WIB

Apoteker Sebut Obat yang Digerus Tak Penuhi Standar Konsumsi Obat yang Baik

Michelle Natasya - detikHealth
Intinya obat tertentu tidak boleh digerus (Foto: thinkstock) Intinya obat tertentu tidak boleh digerus (Foto: thinkstock)
Jakarta - Menggerus obat menjadi pilihan bagi mereka yang kesulitan menelan obat agar tak dimuntahkan kembali. Apoteker Drs Wahyudi Uun Hidayat, MSc, Apt, menyebut obat yang digerus bisa saja tidak memenuhi standar obat yang baik.

"Yang terpenting dari semua itu adalah persyaratan CPOB atau cara pembuatan obat yang baik. Jadi obat yang beredar di suatu negara pasti diproduksi oleh industri farmasi atau orang awam mengatakan pabrik obat.

Wahyudi mengatakan semua pabrik obat yang melakukan produksi harus memenuhi pedoman CPOB yang dikeluarkan oleh Badan POM dan Kementerian Kesehatan. Saat obat digerus, meski di apotek atau pelayanan kefarmasian lain seperti rumah sakit, puskesmas dan klinik, ia tak lagi memenuhi persyaratan obat yang baik.



"Kan obat yang diterima memenuhi persyaratan, tapi saat ada resep kemudian dilakukan penggerusan, pada saat dibuka dari kemasan primernya, dipegang saja meski pakai sarung tangan itu sudah tidak memenuhi CPOB," jelasnya.

Penggerusan adalah suatu proses merubah bentuk obat misalnya dari obat tablet menjadi serbuk. Wahyudi mengatakan walau obatnya digerus di apotek, bisa saja orang yang melakukannya tidak memenuhi standar tertentu dan malah merusak obat.

"Jadi menurut saya, pas di produksi obatnya sudah memenuhi persyaratan nah pada saat digerus dia tidak punya CPOB. Artinya kemungkinan dan dampak dari itu juga lebih besar," pungkasnya.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)