"Ada dua bentuk kelamin. Satu kelamin pria, satunya kelamin perempuan. Dokter juga bilang seperti itu," kata Iyan kepada detikcom di kediamannya, Rabu (4/9/2019).
Kelamin ganda kerap pula dikaitkan dengan kelamin ambigu (ambiguois genitalia atau atypical genitalia). Tidak dikategorikan sebagai penyakit, melainkan gangguan pada proses perkembangan genital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Better Health, berikut beberapa kemungkinan penyebab kelamin ambigu.
1. Sindrom insensitivitas androgen
Merupakan kondisi genetik yang ditandai dengan insensitivitas janin terhadap hormon pria. Kondisi ini berdampak pada perkembangan genital, sehingga bayi lahir dengan beberapa bagian organ reproduksi perempuan tetapi punya testis.
2. Gangguan kromosom
Normalnya, laki-laki punya kromosom XY dan perempuan XX. Namun pada beberapa kondisi, bayi bisa memiliki gabungan keduanya. Variasi ini bisa menyebabkan bayi laki-laki tampak seperti perempuan.
3. Faktor maternal
Ibu hamil bisa mengalami tumor yang mensekresikan hormon androgen saat hamil. Kelebihan hormon laki-laki tersebut bisa berdampak pada perkembangan genital bayi.
(up/fds)











































