Kamis, 05 Sep 2019 07:33 WIB

Sering Minum Diet Soda? Hati-hati, Risiko Kematian Dini Meningkat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ada banyak bukti bahwa gula yang berlebihan harus dihindari. (Foto: shutterstock) Ada banyak bukti bahwa gula yang berlebihan harus dihindari. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Dalam upaya untuk hidup lebih lama dan lebih sehat, orang tidak hanya melihat apa yang harus dikonsumsi, tetapi juga apa yang harus ditinggalkan. Ada banyak bukti bahwa gula yang berlebihan harus dihindari apalagi minuman manis, baik yang menggunakan gula atau pemanis buatan.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan minum soda, baik itu yang mengandung gula atau diet soda, dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganalisis data lebih dari 450 ribu orang dewasa di 10 negara Eropa dengan peserta berusia rata-rata 50 tahun dan yang memiliki kondisi kesehatan seperti kanker, penyakit jantung atau diabetes pada tidak dimasukkan dalam analisis.

Peserta bergabung dengan penelitian pada tahun 1992 dan 2000 kemudian ditindaklanjuti selama 16 tahun dan selama waktu itu, lebih dari 41 ribu kematian dicatatkan. Selama penelitian, peserta diberi sejumlah pertanyaan tentang aspek gaya hidup mereka seperti olahraga, merokok dan berat badan serta diet dan gizi - termasuk konsumsi rata-rata minuman bersoda, buah dan minuman energi.


Mereka menyimpulkan bahwa terjadi kenaikan angka kematian di antara orang-orang yang minum dua atau lebih minuman ringan sehari, termasuk diet soda, tidak peduli bagaimana mereka dipermanis.

Studi yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine, juga menemukan bahwa orang yang minum lebih dari dua kaleng soda sehari memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi karena mengalami penyakit pencernaan.

"Studi ini menemukan bahwa konsumsi total, minuman ringan yang dimaniskan dengan gula atau pemanis buatan, terkait dengan semua penyebab kematian dalam kelompok besar Eropa ini. Hasilnya mendukung kampanye kesehatan masyarakat yang bertujuan membatasi konsumsi minuman ringan," kata penulis, dikutip dari Healthline.

Peneliti menjelaskan walaupun penelitian ini tidak membuktikan bahwa minuman ringan adalah satu-satunya penyebab meningkatnya risiko kematian dini, studi ini mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi soda dengan cara meningkatkan pajak gula.

"Hasil kami memberikan dukungan lebih lanjut untuk membatasi konsumsi minuman manis dan menggantikannya dengan minuman sehat lainnya, lebih disukai air," kata Dr. Neil Murphy, rekan penulis penelitian dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, bagian dari WHO.



Simak Video "Hmm... Minum Soda Bisa Bikin Gendut?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)