Jumat, 06 Sep 2019 10:46 WIB

Dilirik Menkes, Konsep Pelayanan RSUD Tulungagung Bisa Jadi Percontohan

Widiya Wiyanti - detikHealth
dr Supriyanto bertemu dengan Menkes Nila Moeloek. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth dr Supriyanto bertemu dengan Menkes Nila Moeloek. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Direktur utama RSUD Dr Iskak Tulungagung Jawa Timur, dr Supriyanto, SpB, FINACS, MKes menjadi salah satu finalis dalam penghargaan internasional, yaitu The International Hospital Forum and Award untuk kategori Corporate Social Responsibility berkat inovasi Public Safety Centre dengan mengusung konsep baru untuk mencapai Low Cost High Quality dan berkarakter Social Responsibility.

Konsepnya berfokus pada menajemen rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan yang aktif dengan memanfaatkan teknologi dan informasi. Semula, petugas rumah sakit yang menunggu pasien datang ke rumah sakit, namun kini khususnya di Kabupaten Tulungagung, pasien lah yang dijemput saat mengalami keadaan darurat, misalnya saat mengalami serangan jantung, kecelakaan, ataupun kondisi darurat lainnya dengan mengembangkan aplikasi Public Safety Centre (PSC).

dr Supriyanto mengungkapkan bahwa Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pun mengapresiasi konsep baru ini yang sudah sukses berjalan sejak tahun 2015 lalu. Menkes meminta agar konsep ini bisa menjadi role model dan diimplementasikan di rumah sakit seluruh Indonesia.

"Hasil kesimpulan, Ibu Menkes dan staf ahli bahwa memang nanti akan dikaji di Litbang Kemenkes kemudian untuk dirumuskan menjadi sebuah kebijakan supaya bisa direplikasi di seluruh Indonesia," ujarnya saat ditemui detikHealth di Kemenkes, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019).



Konsep yang dibuat dr Supriyanto berfokus pada peningkatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, khususnya Kabupaten Tulungagung dengan memanfaatkan teknologi. Masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi PSC, dan dapat dengan cepat memanggil bantuan, baik tenaga medis ataupun polisi hanya dengan menekan tombol darurat. PSC yang dikembangkannya sudah terintegrasi dengan berbagai lembaga di Kabupaten Tulungagung.

dr Supriyanto menambahkan, seluruh masyarakat Tulungagung tidak perlu memikirkan biaya pengobatan, terutama pada keadaan darurat. Semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perbedaan, baik peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) maupun tidak.

"Sehingga rakyat kerja untuk makan saja, karena kan memang UUD 45 kan mengatakan bahwa pelayanan kesehatan haknya rakyat dan harus kita berikan hak itu," tegasnya.

Selain menjadi finalis di The International Hospital Forum and Award, dr Supriyanto juga menjadi nominasi The Best Hospital kategori Rumah Sakit Regiona/distrik pada acara UROPEAN AWARDS NIGHT yang diadakan oleh Excellence In Quality and Management Forum Cannes yang akan diselenggarakan di 'ibu kota' festival dunia Cannes Perancis pada tanggal 04 Oktober 2019 mendatang.



Simak Video "Melihat RS Universitas Indonesia, ''Green Hospital'' yang Tahan Gempa"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)