Sabtu, 07 Sep 2019 09:33 WIB

Ibu Bersalin dengan Caesar Lebih Sensitif, Benarkah?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ibu melahirkan dengan caesar disebut lebih sensitif, benarkah? (Foto: iStock) Ibu melahirkan dengan caesar disebut lebih sensitif, benarkah? (Foto: iStock)
Jakarta - Sebuah unggahan di Facebook memuat pertanyaan penyebab ibu melahirkan dengan caesar menjadi lebih sensitif. Caesar dalam unggahan disebut czer yaitu bersalin dengan operasi, bukan per vagina seperti proses melahirkan kebanyakan.

Berikut unggahannya di salah satu akun Facebook

"Kenapa ibu yang bersalin czer lebih sensitif?"

1. Diluar jangkaan proses bersalin yang diidamkan
2. Trauma dari proses pembedahan
3. Terpaksa menahan sakit
4. Proses penyembuhan yang lama
5. Fokus pada penjagaan luka
6. Pergerakkan yang terbatas
7. Pantang makan yang lebih, Dan lebih banyak benda yang tak boleh makan
8. Walaupun anak dah besar, sakit dalaman masih terasa..
9. Susah nak tidur dan kerap sakit 1 badan akibat suntikan epidural..



Terkait unggahan tersebut, dokter ahli kandungan dan kehamilan Prof Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG(K) mengatakan informasi tidak benar. Tindakan operasi caesar atau C-section dilakukan dengan membuka tiap lapisan kulit hingga bayi bisa dilahirkan.

"Nggak begitu juga bergantung anastesi dan proses penyembuhannya. Yang pasti faktor yang menyebabkan stres jelang operasi dan risiko perdarahan lebih besar. Tapi secara keseluruhan, melahirkan dengan per vagina atau caesar tidak jauh beda," kata dr Budi pada detikHealth, Jumat (6/9/2019).

Untuk menjaga kesehatan dan mempercepat pemulihan, dr Budi menyarankan ibu melakukan konseling sebelum memutuskan hendak caesar. Konseling memungkinkan ibu tahu langkah yang harus dilakukan untuk mempercepat pemulihan usai operasi.



Simak Video "Melihat Proses Melahirkan dengan Operasi Caesar"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)