Sabtu, 07 Sep 2019 11:52 WIB

Ahli Gizi Ungkap Pentingnya Sarapan 2 Jam Setelah Bangun Tidur

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Foto: Faidah Umu Sofuroh Foto: Faidah Umu Sofuroh
Jakarta -

Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) bekerja sama dengan Sari Roti adakan Gerakan Sarapan Padat Bernutrisi 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 2168 anak-anak PAUD beserta ibu pendamping se-Jakarta Pusat.

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia kini (Himpaudi), Netti Herawati mangatakan acara ini diadakan untuk memberikan edukasi kepada tenaga pendidik anak usia dini dan orang tua tentang pentingnya sarapan padat bernutrisi.

"Sarapan itu diharapkan memenuhi sepertiga kebutuhan gizi anak, di mana kebutuhan gizi anak itu adalah lengkap mulai dari protein, vitamin, mineral, energi semua diperlukan. Sehingga ketika kita makan pagi seharusnya bisa memenuhi sepertiga kebutuhan yang tadi," kata Netti yang juga Guru Besar Gizi dan Pangan, saat ditemui detikcom di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Dia mengungkapkan bahwa menurut data, ada 20% anak yang sarapan hanya dalam bentuk cairan. Padahal, lanjutnya, sarapan untuk anak usia tiga tahun seharusnya sudah berupa sarapan padat. Menurutnya, edukasi tentang pentingnya sarapan sangat penting diterapkan kepada anak sejak dini.

"Anak-anak harus makan paling tidak 2 jam setelah bangun tidur, kenapa? Karena setelah bangun tidur tubuh kekurangan glukosa, sehingga harus kita penuhi kebutuhan gizi anak melalui sarapan," ungkapnya.

Jika tidak sarapan yang dapat memenuhi sepertiga kebutuhan harian, imbuh Netti, maka anak akan kekurangan gizi dan berakibat pada daya tangkap belajar ketika di sekolah. Oleh karena itu, Himpaudi bersama Sari Roti mengajak para guru PAUD dan orang tua untuk melakukan pembiasaan, pembelajaran dan parenting.

Pembelajaran yaitu edukasi tentang pentingnya sarapan dan cara yang harus dilakukan agar anak-anak mengerti. Kemudian harus dilakukan dalam bentuk aksi atau pembiasaan. Setelah itu harus dilakukan parenting kepada orang tua.

"Mengingat waktu yang dimiliki anak lebih banyak dihabiskan di rumah, karena itu kami nanti bikin belajar sambung di rumah namanya," pungkasnya.

Netti menilai Sari Roti memiliki kandungan gizi yang cukup untuk memenuhi sepertiga kebutuhan gizi harian anak. Adapun kandungan yang dimiliki Sari Roti antara lain lemak, energi, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan juga kaya akan serat.

"Kami cukup selektif untuk bekerja sama, kami sudah melihat apa kandungannya dari Sari Roti. Harapan kami, (Sari Roti) bisa memenuhi sepertiga kecukupan gizi pada anak usia dini," tutupnya.





Simak Video "Cara Jaga Kesehatan Mata saat Gunakan Gadget"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)