Sabtu, 07 Sep 2019 14:16 WIB

Berbagai Kondisi yang Membuat Para Ibu Pilih Melahirkan Caesar

Rosmha Widiyani - detikHealth
Melahirkan caesar maupun per vagina, sama saja (Foto: thinkstock) Melahirkan caesar maupun per vagina, sama saja (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sebuah unggahan di Facebook memuat beberapa penyebab ibu yang melahirkan dengan caesar menjadi lebih sensitif. Rasa sakit, proses penyembuhan yang lama, dan trauma menjadi beberapa penyebabnya.

Tindakan caesar sebetulnya bukan proses bersalin awam di masyarakat umum. Dalam beberapa kondisi, caesar dipertimbangkan lebih baik untuk kesehatan ibu dan janin. Tentunya sebelum memilih caesar, ibu harus mendapat edukasi dan konseling terlebih dulu.

"Caesar dan per vagina sama-sama baik untuk ibu dan janin. Tindakan caesar bisa menjadi pilihan dalam kondisi tertentu. Sebelumnya ibu harus tahu untung, rugi, dan risiko jika memilih caesar," kata dokter ahli kandungan dan kehamilan Prof Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG(K) pada detikHealth, Jumat (6/9/2019).



Berikut beberapa kondisi yang ibu dan calon bayi yang biasanya menjadi pertimbangan hingga memilih caesar.

A. Calon bayi

1. Bayi diperkirakan besar

Ibu yang hendak melahirkan bayi dengan berat badan besar bisa mempertimbangkan caesar. Menurut dr Budi, bahu pada bayi dengan bobot lebih dari 3,5 hingga 4 kilogram dikhawatirkan tidak bisa melewati jalan lahir jika bersalin per vagina.

2. Gawat janin

Kondisi ini ditandai hiposia yaitu saat janin tidak mendapat cukup pasokan oksigen. Gawat janin bisa terjadi sebelum atau selama proses persalinan yang ditandai gerakan janin makin lambat, perubahan warna ketuban, atau detak jantung pada bayi yang dipantau dokter.

3. Kelainan posisi

Bayi dengan posisi sungsang atau melintang tidak bisa dilahirkan dengan normal atau per vagina. Pilihannya adalah melahirkan dengan membuka lapisan perut ibu hamil hingga bayi lahir.

B. Ibu

1. Punya riwayat sakit jantung

Proses persalinan normal yang memerlukan kontraksi dikhawatirkan mengganggu kesehatan ibu. Jika punya riwayat sakit jantung, ibu bisa memilih operasi caesar untuk menjaga kesehatan dan kemampuannya merawat anak usai bersalin.

2. Pinggul terlalu kecil

Dokter biasanya menyarankan ibu memilih operasi caesar bila ukuran pinggul terlalu kecil. Menurut dr Budi, dengan ukuran pinggul normal biasanya ibu bisa melahirkan bayi hingga bobot 3-3,5 kilogram. Bayi dengan bobot ini biasanya memiliki lingkar kepala 36 sentimeter.

3. Ada riwatyat infertility

Ibu yang punya riwayat tidak subur bisa mempertimbangkan proses bersalin dengan caesar. Kondisi lain adalah pada ibu dengan otot pinggul lemah, yang dikhawatirkan mengalami turun rahim jika bersalin normal.



Simak Video "Melihat Proses Melahirkan dengan Operasi Caesar"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)