Minggu, 08 Sep 2019 08:04 WIB

Punya Riwayat Melahirkan Caesar, Masih Mungkinkah Bersalin Normal?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pernah melahirkan caesar, tetap ada harapan untuk bisa melahirkan per vagina (Foto: thinkstock) Pernah melahirkan caesar, tetap ada harapan untuk bisa melahirkan per vagina (Foto: thinkstock)
Jakarta - Bisa memiliki keturunan menjadi impian tiap pasangan. Calon ibu tidak ragu menahan sakitnya persalinan dengan normal atau caesar. Sebuah unggahan di Facebook sempat menjawab penyebab ibu yang bersalin dengan caesar menjadi lebih sensitif.

Operasi caesar dipilih bila ibu dan calon janin mengalami beberapa indikasi medis. Misalnya panggul sempit, janin terlalu besar, atau plasenta yang menutup jalan lahir. Namun sempat melahirkan dengan caesar, bukan berarti ibu tak lagi bisa melahirkan per vagina.

"Ibu dengan riwayat bedah Caesar masih dapat melahirkan normal, selama tidak ada indikasi yang menetap. Jarak kehamilan dengan persalinan berikutnya dianjurkan 18 bulan," kata dokter ahli kandungan dan kehamilan Dr dr Andon Hestiantoro, SpOG(K), MPH pada detikHealth.



Namun jika ibu terpaksa harus kembali melakukan caesar, sebaiknya jangan lebih dari dua kali. Hal ini terkait risiko dan stres menjelang caesar yang lebih besar daripada proses bersalin normal.

"Paling banyak tiga kali ya. Soalnya ada risiko perdarahan dan stresnya juga lebih besar," kata dokter ahli kandungan dan kehamilan Prod Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG(K), MPH.

Ibu dengan riwayat caesar berisiko 1,26 kali lebih besar mengalami nyeri pinggang dibandung yang normal. Nyeri yang bisa bertahan hingga setahun akibat reaksi peradangan ini, bisa disembuhkan dengan fisioterapi.



Simak Video "Melihat Proses Melahirkan dengan Operasi Caesar"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)