Minggu, 08 Sep 2019 13:30 WIB

Tak Merokok Dapat Keringanan Bayar Iuran BPJS, Dokter Paru: Gimana Kontrolnya?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Merokok dianggap sebagai faktor risiko berbagai penyakit (Foto: ilustrasi/thinkstock) Merokok dianggap sebagai faktor risiko berbagai penyakit (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan menjadi polemik di kalangan masyarakat, terutama peserta mandiri. Bukan hanya itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini pun banyak ditentang oleh kalangan non perokok.

Bagaimana tidak, mereka sudah berusaha untuk melakukan gaya hidup sehat dengan tidak merokok, namun juga terbebani dengan iuran yang naik dua kali lipat setiap bulannya itu. Karena hal itu, muncul lah gagasan soal keringanan iuran BPJS Kesehatan bagi yang tidak merokok.

Menngomentari gagasan tersebut, dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K) mengatakan bahwa sulit untuk menjalankan gagasan soal keringanan biaya bagi non perokok. Menurutnya, iuran BPJS Kesehatan itu harus merata sesuai dengan kelas kategorinya.

Gimana kontrolnya? Semua orang pasti mengaku tidak merokok.dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K) - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia


"Kalau yang nggak ngerokok nggak iuran saya rasa agak susah, gimana kontrolnya? Semua orang pasti mengaku tidak merokok," ujarnya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

dr Feni menambahkan, pemerintah sekali pun akan sulit membuat suatu sistem untuk mengurangi iuran BPJS Kesehatan bagi sebagian orang. Mengingat masyarakat Indonesia begitu banyak dengan segala keberagamannya.

"Reward lain agak susah karena struktur masyarakat kita beragam dari Sabang sampai Merauke mulai budaya struktur. Gimana membuktikan kalau itu sudah hidup sehat," tandasnya.





Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)