Minggu, 08 Sep 2019 16:42 WIB

5 Mitos Soal Konsumsi Multivitamin yang Perlu Kamu Tahu

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi multivitamin. Foto: shutterstock Ilustrasi multivitamin. Foto: shutterstock
Jakarta - Konsumsi multivitamin lekat dengan usaha mencegah berbagai jenis penyakit. Namun layaknya asupan lain, multivitamin tetap harus dikonsumsi secukupnya sesuai kebutuhan tubuh.

Multivitamin bukan asupan 'dewa' yang bisa mencegah berbagai penyakit dan mencukupi kebutuhan nutrisi. Dikutip dari The Healthy, berikut 5 mitos lain seputar konsumsi multivitamin.

1. Multivitamin sudah memenuhi kebutuhan nutrisi

Komposisi multivitamin mungkin memiliki sekitar 24 jenis bahan. Namun hal ini bukan berarti hanya konsumsi multivitamin bisa mencukupi kebutuhan tubuh.

"Multivitamin mungkin punya puluhan bahan, tapi buah dan sayruan mengandung ratusan komponen yang bermanfaat bagi tubuh. Hanya konsumsi multivitamin artinya kehilangan banyak nutrisi yang baik untuk tubuh," kata Marian Neuhouser, PhD dari program pencegahan kanker di Fred Hutchinson Cancer Research Center.



2. Multivitamin menyeimbangkan pola makan yang buruk

Konsumsi multivitamin tidak menutup dampak buruk pola makan minim nutrisi. Riset Women's Health Initiative terhadap 160 ribu wanita berusia 50 tahunan menyatakan, mereka yang tidak dan rutin minum multivitamin berisio sama mengalami kanker, stroke, dan diabetes.

"Risiko mengalami penyakit tersebut tidak turun karena minum multivitamin. Mereka tetap kena penyakit karena pola makan yang buruk," kata periset Dr Neuhouser.

3. Multivitamin bisa mengobati flu

Serangan flu kerap kali dianggap bisa diobati dengan minum multivitamin terutama vitamin C. Namun sebuah riset pada 2013 menyatakan hal tersebut tidak benar. Vitamin C memang bisa mempercepat pemulihan, namun tidak menyembuhkan serangan flu. Obat tetap diperlukan untuk mengatasi penyakit, yang bisa disertai vitamin untuk mempercepat penyembuhan.

4. Multivitamin bisa mencegah serangan jantung

Peneliti sempat berharap antioksidan dan vitamin C, E, dan B bisa mencegah terjadinya serangan jantung. Namun studi yang dilakukan tidak menunjukkan adanya harapan tersebut. Sumbatan pada pembuluh darah tetap terjadi pada mereka yang tidak menerapkan pola hidup sehat misal merokok, tidak makan sayur dan buah, serta jarang olahraga. American Heart Association (AHA) merekomendasikan pola hidup sehat untuk mencegah serangan jantung, bukan konsumsi multivitamin tertentu.

5. Multivitamin dapat mencegah kanker

Teorinya, konsumsi antioksidan dan multivitamin bisa menstabilkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Namun ternyata teori tersebut tidak seluruhnya benar. Riset terhadap 5.442 wanita menyatakan, konsumsi placebo dan multivitamin B tanpa pola makan sehat punya risiko sama mengalami kanker 7 tahun kemudian.



Simak Video "Waspada! Ini Mitos Paru-paru Basah"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)