Merasa tidak dapat hidup tanpa Garlic, Yu pun memutuskan untuk membuat Garlic hidup kembali dengan teknologi kloning. Ia meminta Sinogene, perusahaan kloning hewan di Beijing untuk membuat mengkloning kucing pertamanya.
"Dalam hatiku, Garlic tidak tergantikan. Garlic tidak meninggalkan apapun di masa mendatang, jadi aku hanya bisa memilih untuk mengkloningnya," kata Yu dikutip dari NY Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chen Benchi, kepala tim eksperimen Sinogene mengatakan bahwa embrio-embrio itu ditempatkan pada empat kucing pengganti atau yang biasa disebut surrogate mother. Tiga di antaranya mengalami keguguran dan satu berhasil menghasilkan kloningan Garlic.
Kepala eksekutif Sinogene, Mi Jidong mengatakan perusahaannya memutuskan untuk mulai mengkloning hewan peliharaan pada 2015 setelah melakukan survei terhadap sekitar 1.000 orang yang menunjukkan adanya permintaan tersebut.
Selama ini, perusahaan itu telah mengkloning lebih dari 40 anjing dengan biaya masing-masing sekitar 53 ribu dolar atau setara dengan Rp 744 juta, serta beberapa hewan peliharaan lain untuk penelitian medis.
"Apapun asal-usul hewan peliharaan, pemilik akan melihatnya sebagai bagian dari keluarga. Kloning hewan peliharaan memenuhi kebutuhan emosional generasi muda," ungkapnya.
Untuk ke depannya, Sinogene memiliki ambisi lebih besar daripada hewan peliharaan. Mi mengatakan tujuan besarnya berikutnya adalah mengkloning hewan-hewan yang terancam punah, termasuk panda dan harimau China Selatan.
(wdw/up)











































